JOGJA – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) mengirimkan tim rescue untuk membantu mencari pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang diperkirakan hilang di perairan Vietnam Minggu (9/3) lalu. Setidaknya ada 50 orang yang diberangkatkan untuk membantu pencarian.
Sekretaris Utama Basarnas Max Roland mengatakan tim rescue diberangkatkan dengan satu KN Purworejo jenis Katamaran Senin (10/3) malam. Di atas kapal tersebut terdapat satu helikopter lengkap dengan helipadnya. Max menyampaikan tim masih akan ke Malaysia dulu untuk berkoordinasi dengan pihak negeri jiran.
“Setelah itu baru diatur penetapan pencarian lokasinya. Yang jelas kami ke arah Kuala Lumpur dulu baru ke Laut China Selatan,” ujarnya disela-sela pembukaan The 2nd Asean Transport Forum yang berlangsung di Hotal Inna Garuda Malioboro kemarin (11/3).
Tim Basarnas, lanjutnya, akan bergabung dengan SAR internasional. Hingga sejauh ini, kata dia, masih belum ada perkembangan signifikan dari tim. “Sampai saat ini belum ada perkembangan, masih menunggu komando dari SAR mission CCOR dari Kuala Lumpur. Semoga segera ada kabar soal proses jatuhnya pesawat MH370,” tandasnya.
Di lain sisi, Max mengatakan dalam pertemuan SAR se-Asean ini bertujuan mengintensifkan kerja sama di bidang SAR transportasi negara di Asean. Ada sejumlah kesepakatan terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM). Juga mekanisme operasional, serta pelatihan dalam lingkup Asean. Selama ini, kerja sama yang dilakukan cenderung bilateral.
“Harapannya kerja sama bisa dilakukan secara regional, dan selanjutnya internasional,” ungkapnya.
Sementara Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengatakan sebaiknya negara-negara memiliki kerja sama di bidang maritim dan penerbangan. Hal tersebut bertepatan dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines di Vietnam. “Jadi saya rasa perlu. Apalgi ini sudah dikerahkan banyak kapal laut untuk mencari, tapi belum ketemu,” tandas HB X dalam pidato yang dibacakan Wakil Gubenur Paku Alam IX. (hed/ila)