TEPUS – Pesta rakyat Jateng Pos dan Jawa Pos Radar Jogja di lapangan sepak bola Bintaos, Kecamatan Tepus Senin malam (10/3) berlangsung meriah. Menggandeng dalang Ki Manteb Sudarsono, digelar pentas wayang kulit semalam suntuk.
Menjelang malam, warga mulai berdatangan. Tidak hanya dihadiri generasi tua, remaja juga tumpah ruah. Panitia lokal Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan, wilayah Jogjakarta paling timur ini pecinta seni wayang kulit sangat banyak. Terbukti, dalam acara pesta rakyat tersebut penontonnya sangat banyak.
“Ribuan orang datang, sebagian besar tidak beranjak sampai acara selesai,” kata Heri di sela wayangan berlangsung.
Pejabat muspika hadir dalam acara tersebut. Camat Tepus Suyatna mengapresiasi penyelenggara atas kesuksesan kegiatan tersebut di wilayahnya.
“Mari jaga ketertiban bersama. Jaga kerukunan dan melestarikan budaya luhur bangsa,” kata Suyatna.
Wayang semalam suntuk dengan lakon Wirathaparwa tersebut sekelumit ceritanya mengisahkan tokoh Puntadewa yang suka bermain dadu kalah dengan Duryudana dalam adu dadu. Para penonton dibuat terpingkal-pingkal oleh Ki Manteb Sudarsono yang memberikan banyolan.
Suasana makin semarak karena Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo datang ke lokasi. Di depan ribuan orang, dia menyinggung pesta demokrasi yang bakal digelar 9 April 2014.
“Gunungkidul harus memiliki lapangan sepak bola berkelas internasional. Jadi, perlu didorong melalui kursi parlemen,” katanya.
Dia berpesan kepada warga agar menjaga suasana aman tertib dan damai. Menurut Roy, perbedaan warna baik merah, kuning, hijau dan biru seharusnya menjadi semangat bersama membangun negara.
Sebelumnya, Minggu malam (9/3) pagelaran yang sama berlangsung di Kulonprogo. Tepatnya di Alun-Alun Wates dengan dalang yang sama pula, Ki Manteb Sudarsono.
Ribuan orang memadati Alun-Alun Wates, tempat pementasan wayang yang didukung Jateng Pos dan Jawa Pos Radar Jogja. Warga Wates dan sekitarnya menyimak pagelaran wayang dengan lakon Bilowo Rangsan. Hadir Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.
Pentas wayang kulit yang diselenggarakan Pelestari dan Pecinta Seni Budaya Kulonprogo itu juga menyediakan banyak hadiah kejutan. Di antaranya senter, lampu LED, kipas angin, kompor gas, DVD, dispenser, televisi 14 inchi, dan sepeda motor.
Ganang Rosidi, panitia pelaksana mengatakan acara tersebut merupakan pesta rakyat. “Pentas wayang ini bertujuan untuk melestarikan wayang kulit. Kami berusaha konsisten menjaga warisan seni budaya,” ujar Ganang. (fid/gun/iwa)