SLEMAN – Tim Garuda UNY Racing Team (GURT) kembali akan mengikuti kompetisi mobil listrik bertajuk International Student Green Car Competition (ISGCC) 2014 di Korea Selatan Mei 2014. Pada kompetisi mobil listrik internasional ini, UNY akan mengirimkan dua tim.
Humas tim GURT, Dyah Nurul menjelaskan, tahun ini UNY akan berkompetisi untuk kategori mobil balap listrik dan mobil balap hybrid. Mobil balap listrik diberi nama Evo dan mobil balap hybrid dengan nama Hyvo.
“Pengerjaannya kedua kendaraan itu melibatkan 31 mahasiswa dari beberapa program studi yang ada di universitas,” kata Dyah kepada Radar Jogja (11/3).
Proses pengerjaan kedua kendaraan tersebut baru mencapai 50 persen. Meski persiapan pembuatan mobil sudah dilakukan sejak Juli 2013, tim terkendala pendanaan.
Maklum, estimasi biaya pembuatan mobil tersebut menghabiskan dana Rp 1 miliar. Besarnya dana, disebabkan biaya akomodasi yang sangat mahal dalam pengiriman komponen mobil yang berasal dari luar negeri.
“Hampir 30 persen komponen kami datangkan dari luar negeri. Komponen-komponen controller memang masih sulit ditemukan di Indonesia,” kata Dyah. Sementara dalam pengerjaan kerangka kendaraan sudah dapat dilakukan di UNY.
Dalam ajang kompetesi yang sama 2013, tim Garuda menyabet penghargaan best creative technology. Tahun ini tim bertekad meraih penghargaan yang lebih baik.
“Tim kami akan menyiapkan kejutan. Lihat saja nanti saat kendaraan diluncurkan,” katanya.
Sebanyak 31 mahasiswa benar-benar fokus dalam pembuatan kendaraan. Berkaca pada pengalaman tahun lalu, segala kekuraangan pada kendaraan akan lebih ditingkatkan.
“Kami harus melakukan riset kelistrikan pada mesin. Kami mengembangkan lagi bagaimana supaya bisa maju dan lebih baik,” kata mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Perancis ini.
Ketua tim, Bondan Prakoso mengatakan, dengan pengalaman tahun lalu, tim ini menjadi makin matang serta menunjukkan semangat menggelora untuk meraih pencapaian lebih baik.
Selain persiapan teknis untuk mobil, upaya-upaya lain juga telah dilakukan untuk memperkokoh fondasi dan kinerja tim. Salah satu usaha yang telah dilakukan adalah menggandeng sejumlah sponsor.
“Motivasi kami di Korsel adalah membawa nama kampus, bangsa dan negara,” tegasnya. (bhn/iwa)