BANTUL – Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bantul Didik Warsito mengaku tidak tahu-menahu terkait adanya pengembalian uang senilai Rp 11,5 miliar ke kas daerah. “Belum tahu. Nanti saya tanyakan ke bendahara dulu,” terang Didik yang kemudian menutup sambungan telepon kemarin (11/3).
Tak lama kemudian, nomor ponselnya tidak dapat dihubungi. Sekitar pukul 15.30 saat ditemui di kantornya yang terletak di komplek sgedung Parasamya pengganti Fenti Yusdayanti ini sudah tidak berada di tempat. “Bapak sudah pulang,” ujar seorang staf DPPKAD.
Selain Didik, pejabat di lingkungan DPPKAD juga memilih bungkam. Di antaranya Kabid Penagihan DPPKAD Trisna Manurung. “Ke pak Didik saja sebagai pimpinan,” ucapnya singkat.
Beredar kabar, uang senilai Rp 11,5 miliar dikembalikan ke kas daerah pada Kamis (6/3) lalu. Hanya saja, hingga kini belum diketahui motif pengembalian uang dari seorang tersangka dalam perkara korupsi dana hibah Persiba HM Idham Samawi ini. Juga masuk pos pendapatan apa status keberadaan uang tersebut dalam kas daerah.
Anggota Komisi B DPRD Bantul Amir Syarifuddin mengatakan, komisinya belum berencana meminta klarifikasi kepada DPPKAD terkait pengembalian uang ke kas daerah. “Menunggu keluar di media massa dulu,” ujar politikus PKS ini.(zam/din)