GODEAN- Pasar Godean mulai tertata. Kini, para pedagang keripik belut telah menghuni kios pusat kuliner belut yang dibangun di atas lahan bekas kantor kecamatan, seluas 2.295 meter persegi di Desa Sidoluhur. Dengan begitu, tidak lagi ada penjaja keripik di tepi jalan utama Godean-Kulonprogo.
Bupati Sleman Sri Purnomo berpesan agar para pedagang selalu menjaga pasar dalam kondisi bersih. Seperti slogan di DIJ pasare resik rejekine apik, yang berarti jika pasar bersih rezeki bagus.
Sri mengimbau pedagang agar tidak kembali berjualan di tepi jalan. Agar tidak lagi muncul keluhan masyarakat tentang arus lalu lintas macet gara-gara banyak pembeli keripik berhenti di depan kios belut di luar Pasar Godean. “Ini harus dijaga sama-sama. Saling mengingatkan agar pedagang lain tidak ikut-ikutan,” pesan bupati usai meresmikan pusat kuliner belut kemarin (11/3).
Sri juga meminta para pedagang keripik belut selalu sumeh (ramah dan murah senyum). Itu agar calon pembeli tertarik berbelanja. Sri mengatakan, pemerintah sengaja membangunkan kios khusus pedagang belut untuk memudahkan para pedagang dan konsumen bertransaksi secara aman dan nyaman. Apalagi, di tempat itu tersedia lahan parkir cukup luas. Dengan adanya pusat kuliner belut, Sri bercita-cita Godean bisa menjadi ikon wisata pusat oleh-oleh khas. “Cari salak di lereng Merapi, kalau ingin belut, ya, ke Godean,” ujarnya.
Sri berharap, sentralisasi hasil olahan belut mampu menambah nilai estetika kawasan, yang kedepan dikembangkan sebagai area wisata.
Kepala Dinas Pasar Tri Endah Yitnani mengatakan, pusat kuliner belut tidak sekadar menata para pedagang. Lebih dari itu untuk menumbuhkan perekonomian pelaku industry kecil. Serta menunjang kawasan perkotaan Sleman agar lebih menarik bagi wisatawan. Setelah pusat belut, Dinas Pasar masih punya proyek lain untuk pedagang barang bekas (klitikan) dan hewan.
Selain itu, pusat belut akan diramaikan dengan pedagang masakan belut basah, seperti mangut atau sambal belut. Sementara, pedagang klitikan akan direlokasi di Lapangan Ahmad Yani, terpisah dengan pasar hewan dan pusat belut. “Jadi, Pasar Godean nantinya jadi pasar umum,” katanya. (yog/din)