MUNGKID – Sebanyak 53 bangunan milik warga di Desa Krincing, Kecamatan Secang, porak-poranda. Ini menyusul datangnya angin puting beliung yang menyapu daerah tersebut, Senin sore (10/3).
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya, dua sekolah terpaksa diliburkan. Sebanyak 315 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Krincing, Kecamatan Secang diminta belajar di rumah masing-masing.
Peristiwa bermula pukul 14.30, tiba-tiba angin berhembus kencang. Angin diketahui berhembus dan merobohkan pepohonan. Angin mengarah ke pemukiman warga. Ratusan genteng rumah dan bangunan sekolah terbang terbawa angin.
“Angin kencang yang melewati sini sangat dahsyat. Memutar sekitar lima menit, halaman sekolah menjadi penuh dengan dedaunan,” kata Kepala MIN Krincing, Kecamatan Secang Tachsin Anwar, 50, kemarin (11/3).
Menurut Tachsin yang jadi saksi mata kejadian, angin puting beliung itu datang tiba-tiba. Selain menyasar pepohonan di perkebunan, angin kencang juga menghancuran genteng pemukiman warga dan bangunan sekolah. Rata-rata dari bangunan yang terkena angin kencang, gentingnya berterbangan dan rusak.
Tiga ruang gedung MIN Krincing, Kecamatan Secang mengalami kerusakan. Dua di antaranya merupakan ruang kelas dan satu ruang studio musik.
“Rata-rata bangunan sekolah yang rusak, gentengnya pada terbang dan berantakan,” katanya.
Selain gedung sekolah, rumah warga tak luput dari sasaran angin puting beilung. Kerusakan paling parah menimpa rumah milik Ahmad Asnawi, yang tertimpa pohon petai berdiamater 30 sentimter. Rumah bagian depan mengalami kerusakan berat.
Sementarabangunan rumah warga lainnya, rata rata mengalami kerusakan akibat gentingnya hancur tersapu angin puting beliung.
“Sore itu, cuaca hanya gerimis, langit tidak begitu mendung serta tidak ada tanda-tanda akan datangnya angin puting beliung. Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh,” jelas Asnawi.
Waktu itu, Asnawi tengah makan bersama istrinya, Siti Chunah, 70, dan ketiga cucunya, Yoga, 8; Kurniawan, 8, dan Majid, 4; di ruang tengah. Tiba-tiba mereka dikejutkan ambruknya pohon.
Mendengar suara itu, sontak Asnawi, istri, dan cucu-cucunya panik. Mereka berteriak minta pertolongan keluar rumah. Beruntung tidak ada satu pun yang terluka dalam peristiwa itu.
Kepala Desa Krincing Subiyanto menjelaskan, setidaknya ada 53 bangunan rumah milik warga yang rusak. Termasuk bangunan sekolah TK dan gedung madrasah yang tidak luput dari terjangan puting beliung.
Selain di Dusun Kerten, sedikitnya 12 bangunan rumah penduduk di Dusun Senden, Desa Krincing, Kecamatan Secang juga mengalami kerusakan. Sebagian besar rumah yang rusak di bagian atap.
“Kami langsung melakukan pendataan dan perbaikan, dibantu relawan dan TNI,” kata Subiyanto.
Dikatakan, pemerintah desa menyediakan anggarantanggap bencana untuk membantu perbaikan. Meski begitu, semua rumah tidak mendapatkan dana dengan nominal sama. Semuanya, tergantung tingkat kerusakan yang dialami.
“Kalau rusak berat, kami beri bantuan hingga Rp 10 Juta. Kalau ringan sampai sedang, di bantu berupa barang yang rusak. Seperti rumah milik Pak Asnawi, dibantu berupa blandar (kayu penyangga genting, Red),” katanya.
Bupati Magelang Zaenal Arifin meminta seluruh masyarakat Kabupaten Magelang meningkatkan kewaspadaan. Ini mengingat Kabupaten Magelang dengan topografi wilayahnya menyimpan potensi bencana yang sewaktu-waktu muncul.
“Musibah yang terjadi, hendaknya menjadi peringatan pada kami semua untuk lebih waspada,” katanya, saat meninjau lokasi bencana dan menyerahkan bantuan paket sembako.(ady/hes)