SLEMAN-Pelatih PSS Sleman Sartono Anwar akhirnya memberikan keputusan terkait nasib dua gelandang seleksi Mozart Imbiry dan Penias Fakdawer. Setelah melihat dua pemain ini dalam rangkaian latihan dan beberapa pertandingan uji coba, Sartono memilih untuk mendepak keduanya.
Untuk Mozart, tanda-tanda dicoretnya adik mantan gelandang PSIM Jogja Steven Imbiry ini sudah terlihat sejak laga uji coba kontra Putra Samarinda Minggu (9/3) lalu. Kala itu, Mozart sama sekali tidak diturunkan. Sebelum laga ini, Sartono menyatakan tidak akan menurunkan penggawa yang sudah terlihat buruk dalam latihan.
Pencoretan Mozart juga dikuatkan tidak adanya rencana dari Sartono membawa pemain ini ke tur Banyumas-Cilacap 13 dan 14 Maret. “Ya, Mozart sudah kami istirahatkan. Dia gagal masuk dalam standar saya,” imbuh ayah pemain nasional Nova Ariyanto tersebut.
Sedangkan Penias, eks pemain Persiram Raja Ampat tersebut memang sempat digadang-gadang bakal masuk ke skuad PSS. Terlebih lagi, meskipun gagal bertahan di skuad Persiram musim ini, banyak yang merekomendasikan PSS untuk menampung Penias.
Tapi, diturunkan sebentar di laga menghadapi Pusam, Penias mengecewakan Sartono. Ya, Penias gagal menunjukkan kontribusi positif pada Super Elang Jawa (Super Elja). Akibatnya Penias mengikuti jejak Mozart didepak Sartono.
“Penias juga dinyatakan tidak layak membela PSS. Padahal ekspektasi kami pada dia sempat besar. Tapi apa mau dikata, ternyata Penias juga nggak bisa bersinar,” terangnya.
Dicoretnya dua pemain ini membuat Sartono harus kembali berjibaku mencari gelandang sayap. Setelah pertandingan uji coba menghadapi Persibas Banyumas dan PSCS Cilacap kemungkinan besar ada satu atau dua winger anyar yang menghiasi sesi latihan Super Elja.
Tapi, Sartono mengaku hingga kini belum mengantongi yang akan didatangkan. Ia berharap dengan mepetnya waktu kick off kompetisi Divisi Utama masih ada pemain berkualitas yang bisa direkrut PSS.
“Setelah ini kami cari lagi. Memang agak sulit mencari yang benar-benar berkualitas karena banyak yang sudah diikat klub lain. Apalagi Divisi Utama sudah tinggal satu bulan lagi,” sergahnya.
Menjalani pertandingan di Banyumas dan PSCS, Sartono memastikan bakal membawa 24 penggawa. Dari 24 orang ini hanya ada satu yang masih berstatus sebagai pemain pantauan yakni gelandang Agus “Awank” Setiawan.
Menurut Sartono tur tandang ke eks karesidenan Banyumas adalah ujian terakhir untuk Awank. Jika gagal menunjukkan permainan baik, Sartono tak segan mendepak Awank meskipun pria Temanggung tersebut sempat menjadi ikon di PSS.
Dalam dua laga itu saya sebagai pelatih akan menurunkan starting elevenyang berbeda. Karena ada 24 orang yang kami bawa. Untuk Awank jika dia main jelek, jelas bakal terdepak,” ucapnya.
Tim PSS sendiri bertolak ke Banyumas hari ini pukul 13.00. Kemungkinan besar, dalam tur Bayumas-Cilacap PSS akan didukung dua suporter fanatik mereka Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania. (nes/din)