BANTUL – Lagi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul menangkap seorang daftar pencarian orang (DPO) kemarin (11/3). Kali ini, bersama dengan tim Kejari Salatiga, Jawa tengah Kejari Bantul menangkap terdakwa dalam perkara korupsi pengadaan peraga pendidikan di lingkungan dinas pendidikan Salatiga pada Tahun Anggaran 2007.
Dia adalah Sri Maria Hartati, 42. Direktur Utama PT NEC Mitra Persada selaku pemenang tender alat peraga ini diamankan di Perum Perwita Regenci Blok Louhan yang terletak di Dusun Salakan, Bangunharjo, Sewon.”Yang bersangkutan kami tangkap pukul 14.00 tadi,” terang Retno saat ditemui di gedung Kejari.
Kasi Pidsus Kejari Salatiga Indra Wijaya mengatakan, pada 2011 pengadilan Tipikor Semarang telah menjatuhkan vonis bersalah kepada terdakwa. Majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman satu tahun penjara. Dalam perkara itu, negara mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta lebih. “Ditangkap karena kasasinya ditolak,” ujarnya.
Indra menjelaskan, sebenarnya ada tiga orang yang dinyatakan bersalah dalam proyek pengadaan alat peraga pendidikan senilai Rp 7 miliar ini. Namun, dua di antaranya telah menjalani hukuman. Menurut dia, Maria merupakan perempuan kelahiran Sleman. Di Jogjakarta dia memiliki dua alamat. Yakni, Kampung Wonosari Kidul, Wates, Kulonprogo dan Dusun Sukun, Patalan, Jetis. “Setelah ini dia akan kami bawa,” tambahnya.
Saat ditemui usai pengamanan, Maria enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Saat itu dia tengah menggendong anaknya yang masih balita. “Ini kan kasusnya di Jawa Tengah,” ujarnya singkat.(zam/din)