JOGJA – Dua mobil jenazah milik Pemkot Jogja dinilai punya manfaat nyata bagi masyarakat. Layanan mobil yang dioperasikan gratis sejak 2013 itu diharapkan terus ada.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Hadi Muhtar mengaku banyak menerima masukan dari masyarakat terkait keberadaan mobil jenazah tersebut. Salah satunya adalah jangkauan mobil jenazah itu.
Selama ini mobil hanya beroperasi di wilayah Jogjakarta. Mobil tidak boleh keluar dari Jogjakarta. Ini sesuai Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 88 Tahun 2012.
“Karena penggunaannya gratis, banyak warga yang meminta agar trayeknya diperluas. Tidak hanya di DIJ,” jelas Hadi Muhtar di Balai Kota Jogja kemarin (11/3).
Dia menegaskan tidak berani mengambil risiko. “Saya nggak mau melanggar perwal. Itu bisa dilakukan dengan mengubah perwal dengan mengajukan perubahan perwal mobil jenazah kepada wali kota,” terang dia.
Tingginya permintaan mengantar jenazah di luar Jogjakarta itu memungkikan untuk dilakukan perubahan perwal yang disahkan 26 Desember 2012 tersebut. Dinsosnakertrans akan mengusulkan kepada Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti terkait perluasan trayek mobil jenazah milik pemkot.
“Sehingga dalam operasionalnya tidak melanggar aturan yang ada. Kami akan menyampaikan aspirasi warga tersebut,” kata dia.
Hadi menambahkan, penambahan jangkauan trayek perlu dikaji serius. Sebab, perluasan wilayah jelajah punya konsekuensi. Di antaranya, terkait sopir yang mengemudikan mobil jenazah ini.
“Banyak sopir yang mengeluh. Kadang juga disuruh angkat jenazah ke dalam mobil. Mereka ketakutan. Apalagi jika trayek ke luar daerah DIJ, mereka mengantar sendiri tanpa ada teman pendamping. Ini yang kami juga perhatikan SDM-nya,” ucapnya.
Masyarakat Jogja dapat mengakses mobil jenazah milik pempkot secara gratis selama 24 jam. Layanan mobil itu dapat diperoleh dengan menghubungi UPT Panti Karya.
Mobil jenazah tersebut akan melayani warga Jogja yang meninggal di rumah sakit dan mengantarkan ke rumah duka serta pemakaman. Tapi, mobil itu tidak melayani pengantaran jenazah ke luar Jogjakarta.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Rifki Listianto mendukung penuhpemanfaatan mobil jenazah untuk keperluan warga Jogja. “Jika pengadaan saat ini kurang, dimungkinkan akan ditambah. Selain dua unit mobil jenazah sekarang ini, bisa ditambah lagi,” ujarnya. (hrp/amd)