HONDA DBL 2014 D.I. Jogja beberapa waktu lalu mencuatkan satu nama pemain yang cukup menonjol. Teruatam di jajaran tim basket SMA Budi Mulia Dua (BMD). Cowok itu enggak lain adalah Rizky Akbar.
Shooting Guard kidal ini enggak jarang berfungsi jadi pemecah kebuntuan di kala BMD keliat mulai sulit mengembangkan permainan. Dan tentunya kala mereka ketinggalan point.
Sabtu (8/3) lalu, Akbar banyak cerita soal awal pertemuannya dengan bola basket yang membuatnya mencuat di ajang lalu. Katanya sih, dia dulu punya cita-cita jadi pengusaha. Akbar mulai kenal basket saat kelas delapan di SMP Budi Mulia Dua. Dia iseng main-main di lapangan basket. Ternyata coach Hanindito yang jadi pelatih basket tertarik dengan main-main enggak seriusnya Akbar. Spontan coach Han ajak Akbar gabung di ekstrakulikuler basket. Akbar pun setuju.
Selain dapat ajakan coach Han, Akbar saat itu juga sudah mulai bosan dengan rutinitas yang dijalaninya. Dia mengakui, olahraga kegemarannya adalah futsal. Tapi karena bosan, dia iseng-iseng basket.
Permainan basket Akbar pun berkembang pesat. Ini terbukti saat lulus SMP, dan bergabung dengan SMA BMD, Akbar langsung terpilih menjadi salah satu starter. “Berkembang pesat karena aku punya kemauan, punya ambisi juga untuk menunjukan, bahwa meski aku masih kelas X, tapi aku mampu jadi pemain inti,” ujar pemain bernomor punggung lima ini.
Menjadi pemain inti di tahun pertama tim SMA enggak bikin Akbar minder. Akbar malah ngerasa enjoy, karena sudah terbiasa main bareng anak-anak yang satu tahun lebih tua darinya. “Enggak ada beban sih. Karena di BMD kita biasa main bareng. Antara senior dengan junior juga kompak. Apalagi temen-temen juga gokil, dan kocak. Itu jadi bikin aku seneng main basket.”
Prestasi yang ditorehkan Akbar mendapatkan apresiasi dari kedua orang tuanya. Lolos ke babak final dan berhasil jadi runner up Honda DBL 2014 D.I. Jogjakarta Series. Akbar dapat hadiah spesial dari ibu. Padahal Akbar enggak minta, namun itu wujud apresiasi dan dukungan kedua orang tuanya.
Keberhasilan Akbar dan teman-teman BMD juga diraih dengan penuh perjuangan. Mereka bahkan sampai menginap tiga hari dua malam di asrama Angkatan Udara yang ada di Jogjakarta untuk menambah stamina dan kekompakan.
Terpilih jadi First Team Honda DBL Jogja memang sudah impian dan target sejak awal Tapi dia sadar, masih ada yang harus dibenahi untuk persiapan Camp Honda DBL di Surabaya, September mendatang. “Aku harus lebih baik lagi. Sekarang lagi sering jogging untuk menambah stamina, shooting , dan juga latihan lay up pakai tangan kanan,” katanya penuh semangat. (ata/man)