• Banyak Handicap, Sajuri Berharap Totalitas Pemain
BANTUL-Laga lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2014 kontra Putra Samarinda (Pusam) sore ini (13/3) seharusnya bisa menjadi peluang bagus bagi Persiba Bantul meraih kemenangan perdana. Pasalnya, dalam pertandingan ini Laskar Sultan Agung mendapat jatah untuk bermain di kandang.
Sayangnya, sore ini Wahyu Tri Nugroho (WTN) dkk tidak bisa bermain di hadapan para pendukungnya. Akibat belum terselesaikannya kasus bentrok suporter pada laga lawan Persiram raja Ampat 8 Februari silam, pihak kepolisian tidak mengizinkan The Reds bermain di markas sendiri Stadion Sultan Agung (SSA).
Panpel Persiba akhirnya memindahkan laga ini ke Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU). Karena berada di kompleks militer, tentunya suporter tidak diperbolehkan menyaksikkan Persiba secara langsung.
Pelatih Persiba, Sajuri Said mengatakan hal tersebut tentunya bakal mempengaruhi penampilan tim besutannya secara keseluruhan. Tapi dia berharap para penggawa Persiba tetap membawa mentalitas bermain kandang saat menghadapi Pesut Mahakam-julukan Pusam.
“Kami memang tidak didukung supporter sehingga advantage bermain kandang tidak kami rasakan. Namun saya berharap mentalitas bermain di kandang sendiri tetap kami dapatkan,” terangnya.
Guru SMAN 1 Pajangan Bantul tersebut menegaskan inilah kesempatan bagi Persiba jika ingin bangkit. Sebelum menjalani pertandingan lawan Pusam Persiba sudah mengalami kekalahan tiga kali berturut-turut. Bahkan dalam dua laga di Surabaya menghadapi PSM Makassar dan Persebaya Surabaya, Persiba kemasukan delapan gol.
Catatan tersebut membawa The Reds terjerembab ke dasar klasemen Wilayah Timur. Karena hal itulah mulai hari ini pemain-pemain Persiba harus bisa mengangkat timnya dari posisi juru kunci.”Ini adalah kesempatan untuk mengangkat diri dari jurang klasemen. Jika gagal tentunya kami makin terpuruk,” imbuhnya.
Yang menjadi masalah Persiba sangat mungkin tidak dibela pemain pilar. Di lini belakang, Eduardo Bizarro tidak bisa turun akibat mengalami cedera utut. Hal itu diperparah dengan ancaman absennya dua pilar lini belakang Ngon A Djam dan Ugik Sugiyanto.
“Yang memusingkan ya ini lagi cukup banyak pemain yang cedera. Kondisi Edu cuma 75 persen sehingga saya tak tahu apakah dia bisa main. Tapi untuk Ngon A Djam dan Ugik saya berharap mereka bisa bermain,” terangnya.
Di pihak pemain kapten sekaligus penjaga gawang Persiba, WTN mengungkapkan kemenangan merupakan kewajiban untuk timnya. Ia pun berjanji sekalipun tak didukung oleh supporter para penggawa Persiba tetap menampilkan performa terbaik.”Ya, kami ingin memberikan hadiah pada para supporter yang besok (hari ini, Red) tidak bisa menyaksikan pertandingan. Kami bakal berusaha membawa tiga angka,” jelasnya.
DI pihak Pusam, pelatih Mundari Karya mengakui tanpa kehadiran suporter Persiba cukup menguntungkan timnya. Namun dia berharap tim besutannya tidak lantas terpengaruh dengan hal ini. Pasalnya, bukan tidak mungkin Persiba justru tampil kesetanan.
“Bisa jadi motivasi mereka membuktikan diri lebih besar saat main tanpa penonton. Hal inilah yang wajib kami waspadai,” kata Mundari. (nes/din)