WATES – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulonprogo melakukan razia di beberapa warnet di Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kulonprogo, kemarin (12/3). Dari razia itu, puluhan pelajar SMA diketahui sedang mengakses internet, padahal razia dilakukan saat jam belajar. Selain itu, Satpol PP juga mencatat dari delapan warnet, satu di antaranya tidak memiliki izin, dan dua warnet izin usahanya sudah mati.
Razia warnet itu dilakukan pagi hari. Para pelajar SMA ini tak berkutik saat petugas merazia warnet. Tak sedikit dari mereka beralasan, keperluannya di warnet untuk mencari tugas dari guru sekolahnya.
“Ke sini untuk mencari referensi tambahan untuk mengerjakan tugas dari guru sekolah,” kata salah seorang pelajar, Ang, 17, saat diinterogasi petugas.
Saat melakukan razia pelajar di jam belajar, petugas juga mengecek kelengakapan izin usaha beberapa warnet. Dari razia itu, ada satu warnet tanpa izin usaha. Sementara dua warnet telah memilik izin usaha namun sudah tidak berlaku alias mati.
Terkait razia ini Kepala Satpol PP Kulonprogo Dhuana Heru telah membangun komitmen dengan sekolah terkait larangan pelajar mengunjungi warnet pada jam belajar. Para pelajar ini hanya diperbolehkan pergi ke warnet saat libur sekolah. Jika memaksakan saat jam belajar, maka siswa harus dilengkapi dengan surat keterangan dari sekolah.
“Kalau mau mencari bahan tugas sekolah, tentu harus disertai dengan surat pengantar. Ini sudah menjadi komitmen kami dengan masing-masing sekolah,” kata Dhuana di sela razia.
Dia mengatakan, perlunya surat pengantar dari sekolah untuk menampik anggapan negatif terhadap pelajar. Termasuk warnet yang dikunjungi. Sehingga, jika mereka melalui prosedur yang baik, tentu tidak menjadi persoalan. Sedangkan untuk razia kali ini, petugas hanya memberikan peringatan. Namun jika kemudian hari kejadian itu terulang, petugas akan membawanya ke sekolah.
“Sementara ini kami hanya memberikan peringatan saja,” kata Dhuana. (fid/iwa)