PERMINTAAN terhadap air kemasan produksi PDAM Kulonprogo tersebut meningkat pesat. Hal itu terjadi setelah di launching pada Oktober 2013. Di bawah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo, kini permintaan pasar meningkat, sehingga kapasitas produksi juga harus diseimbangkan.
Direktur PDAM Tirta Binangun Djumantoro mengatakan, dengan satu unit alat produksi, sementara permintaan pasar terus meningkat, maka perlu ada penambahan alat untuk meningkatkan kapasitas produksi. Permintaan pasar tertinggi di Kecamatan Wates dan beberapa instansi Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo.
“Ketika air kemasan dilempar ke pasar, tidak sampai satu hari sudah habis. Tentu peluang ini bagus, namun masih terbatas pada alatnya,” kata Djumantoro (12/3).
Terkait alat produksi yang perlu ditambah, dia telah mengajukan usulan tersebut ke pemkab. Usulan penambahan alat produksi itu masuk dalam Rapat Pemegang Saham (RPS) Tirta Binangun. Nah, untuk realisasinya, alat produksi air kemasan itu diwujudkan pada akhir 2014.
Melihat permintaan pasar yang cukup besar, kapasitas produksi air kemasan itu idealnya per hari mencapai 700-800 boks. Saat ini hal itu tidak bisa dilakukan mengingat keterbatasan alat sehingga tidak mungkin jam operasional ditambah.
“Permintaan pasar tinggi, respon masyarakat positif. Tapi tidak mungkin memproduksi lebih banyak meningat alatnya masih terbatas,” katanya.
Djumantoro mengatakan, meski permintaan air kemasan meningkat, pihaknya masih melakukan pengkajian terkait rencana perluasan produksi kemasan botol dan kemasan galon. Nantinya, pengkajian itu dilakukan Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha, perusahaan itu merupakan distributor tunggal air kemasan AirKu.
Pada prinsipnya, beberapa kajian pengembangan dan penambahan alat produksi, tentu pihaknya menyatakan siap melakukan berbagai inovasi. Termasuk produksi kemasan botol dan galon. Apalagi hal itu melalui tahap pengkajian oleh Aneka Usaha, sehingga mendekatkan pada realisasi beberapa rencana itu.
“Untuk suplai bahan baku air, tidak masalah, ketersediaan banyak. Output per detik sudah bisa untuk beberapa galon,” ujarnya.
Senada disampaikan Direktur Aneka Usaha, Fitroh Nur Wijoyo Legowo. Menurut dia, permintaan air kemasan AirKu memang meningkat signifikan. Per hari bisa dijual kepada konsumen 50 sampai 100 boks. Belum termasuk penjual eceran dan wilayah terpencil.
“Kami sedang merancang penambahan kapasitas produksi, berkolaborasi dengan empat badan usaha milik daerah (BUMD) di Kulonprogo,” jelasnya.
Untuk pengembangan produksi kemasan botol dan galon, dan ekspansi pasar, tengah dilakukan pengkajian dengan nilai investasi sekitar Rp 2,5 miliar. Selain itu, ada juga rencana pengembangan lain, seperti penambahan tenaga operasional dan penambahan ruang produksi.
“Kami berencana menggandeng PT Selo Adi Karto (SAK) sebagai kontraktor yang akan memegang urusan pembangunan rumah produksi. Rencananya, pengembangan tempat produksi akan dilakukan di wilayah Clereng, Pengasih yang dekat dengan sumber air PDAM Kulonprogo,” kata dia. (*/iwa)