JOGJA – Beras dari petani di Jogjakarta yang diserap Perum Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) DIJ cukup besar. Perharinya penyerapan beras dari petani lokal mencapai 150 hingga 200 ton.
“Meskipun jumlah serapannya masih fluktuasi namun sepanjang Maret, April hingga Mei ini volumenya akan tinggi. Dikisaran lebih dari 300 ton per hari karena memasuki puncak musim panen di DIJ,” tutur Kepala Perum Divre Bulog DIJ Awaludin Iqbal kemarin (12/3).
Penyerapan yang dilakukan mayoritas berbentuk beras dengan harga pokok penjualan (HPP) Rp 6.600 per kilogram daripada menyerap dalam bentuk gabah. Harga patokan untuk Gabah Kering Panen (GKP) Rp 3.300 per kilogram dan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp 4.200 per kilogram.
Iqbal mengatakan target pengadaan beras tentunya mengikuti pola panen petani di DIJ. Karena berfluktuasi tersebut maka angka serapan tiap harinya berbeda-beda. Dari kontrak kerja per awal Maret 2014 ini dengan mitra kerja Bulog DIJ telah mencatatkan 3.200 ton.
Dengan alokasi yang ada, akan cukup hingga Juli 2014 mendatang. Dirinya optimistis 75 persen target pengadaan beras DIJ mampu tercapai. Iqbal juga yakin pertengahan tahun ini target penyerapan yang mampu dicapai sudah lebih dari 75 persen dari target total 65 ribu ton di tahun 2014. “Jadi dalam waktu setengah tahun setidaknya bisa menyerap beras petani sesuai target,” paparnya.
Terkait stok beras, Iqbal mengungkapkan untuk wilayah DIJ dalam kondisi aman. Hal itu karena hingga saat ini stok mencapai23 ribu ton atau cukup hingga lima bulan kedepan. “Bulog DIJ telah berhasil menyerap beras dari petani lokal dengan kontrak 3.200 ton dan pengadaan hingga 2.500 ton karena telah memasuki musim panen,” tandasnya. (pra/ila)