MAGELANG – Akademi Militer (Akmil) Magelang menerima kunjungan studi banding Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) yang dipimpin Brigjen Pol Drs Suro Jouhari. Rombongan diterima Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi di Ruang Sudirman Main Hall, Kompleks Akmil, kemarin (12/3).
Kehadiran tamu ini dalam merumuskan statuta STIK. Statuta ini terjadi, akibat dikeluarkannya UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP).
“Statuta merupakan pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan, juga acuan merencanakan, mengembangkan program, dan menyelenggarakan kegiatan fungsional dengan memuat dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik, dan prosedur operasional yang berlaku di perguruan tinggi,” kata Sumardi.
Dijelaskan, digantikannya PP Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dengan PP Nomor 17 Tahun 2010 dan perubahannya pada PP Nomor 66 Tahun 2010, hampir seluruh PTN dan PTS merevisi statutanya, sesuai ketentuan yang berlaku. Perubahan tersebut berdampak kepada statuta di Akademi Militer dan STIK.
“Pertemuan ini merupakan wahana yang penting dan strategis bagi Akmil dan STIK untuk bertukar pikiran dan sharing dalam meningkatkan kualitas hasil didik. Baik di Akmil maupun di STIK sebagai lembaga pendidikan dinas di angkatan masing-masing,” katanya.
Sumardi berharap Tim Studi Banding dari STIK maupun Akmil memanfaatkan forum ini untuk berdiskusi, tukar pendapat, dan saling mengisi, demi kebaikan dan kemajuan kedua lembaga.
Ia berharap, dari forum studi banding tersebut, menghasilkan berbagai masukan penting dan ide-ide cemerlang yang berharga bagi kedua pihak dalam penyempurnaan sistem dan metode pendidikan, baik di Akmil maupun revisi statuta STIK.(dem/hes)