Plt Koni Jogja Serahkan Berkas
JOGJA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jogja mulai mengikuti jejak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Diam-diam, kejari Jogja tengah menelusuri dugaan penyimpangan dana hibah pernah dikucurkan Pemkot Jogja pada Tahun Anggaran 2011 dan 2012.
Dana hibah yang tengah diusut ialah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) senilai Rp 13 miliar pada 2011 dan 2012 sebesar Rp 9 miliar.”Yang kami telusuri hibah yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Jogja, Ajie Prasetya SH di kantornya, kemarin (12/3).
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, hibah yang pernah dikucurkan Pemkot Jogja diduga kuat menyimpang. Misalnya, hibah untuk klub profesional bola voli Yuso. Pada 2011 lalu, klub yang itu mendapatkan hibah sebesar Rp 650 juta sedangkan pada 2012 mendapatkan Rp 537 juta. Hanya, hibah 2012 itu diberikan melalui Koni dan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jogja.
Selain Yuso, LHP BPK menyebutkan penyimpangan juga terjadi di PBVSI Jogja, pendidikan dan latihan Perserikatan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM). Sesuai Pasal 6 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial, hibah APBD tidak diperbolehkan mengalir keklub olah raga profesional. Untuk membuat terangnya perkara ini, tim penyelidik telah memanggil dan meminta keterangan sejumlah pengurus KONI Kota Jogja.”Siapa pun yang diduga mengetahui aliran dana hibah tersebut tentu akan kami mintai keterangan,” tandas Ajie.
Pelaksana tugas Ketua KONI Kota Jogja Iriantoko Cahyo Dumadi mengaku sudah dimintai keterangan tim penyelidik selama tiga kali. Selain sebagai wakil ketua pada 2011, ia dimintai keterangan atas kapasitasnya sebagai pelaksana tugas ketua pada 2012. “Semua yang saya ketahui sudah saya sampaikan ke kejaksaan termasuk dokumen-dokumen,” kata Iriantoko ditemui di sela-sela pemeriksaan di Kejari Jogja kemarin (12/3).
Dokumen yang diberikan antara lain mengenai pengeluaran keuangan yang dilaporkan oleh Koni Jogja, pengeluaran keuangan ke sejumlah cabang olahraga termasuk Yuso. “Saya memberikan keterangan apa adanya, tidak ada yang saya tutupi,” tambah Iriantoko. (mar/din)