MAGELANG – Penangkapan kawanan perampok supermarket oleh Polres Klaten ditindaklanjuti Polres Magelang Kota. Satu tersangka baru, Rizqi Umar Hamzah, 23, ditangkap Polres Magelang Kota di kosnya, Jalan Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Rizqi terlibat perampokan Indomart di Jalan Gatot Subroto Magelang, Sabtu (8/3). Ia merupakan pelaku yang menodongkan pistol mainan ke korban, sekaligus mengambili rokok di rak.
“Kami menangkap Rizqi di kosnya. Ia terlibat perampokan sebagai penondong pistol mainan dan mengambil rokok di rak hingga dua tas keranjang,” kata Kasatreskrim Polres Magelang Kota, AKP Suyatno, pada gelar perkara, kemarin (13/3).
Sebelumnya, petugas Sat Reskrim Polres Klaten, Rabu pagi (12/3), membekuk kawanan perampok saat akan menjalankan aksinya di minimarket Plembon, Ketandan, Klaten Utara. Petugas mencurigai tiga orang pelaku yang turun dari mobil mengenakan helm dan berjalan ke minimarket. Sementara seorang pelaku lain, ada di belakang kemudi. Petugas segera menangkap. Setelah digeledah, didapati beberapa senjata tajam dan dua pistol mainan.
Ke-4 perampok yang dibekuk, antara lain Miftahul Latif, 27, warga Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman; Andri Wardanto Saputra, 28, warga Desa Prawirodirajan, Kecamatan Gondomanan, Kota Jogja; Gunawan, 31, warga Desa Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja, dan Yulius Sudiro, 27, warga Desa Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat.
“Rizqi tidak ikut aksi kejahatan saat empat kawannya ditangkap di Klaten. Kami melakukan penangkapan sendiri di kosnya,” papar Suyatno.
Rizqi Umar Hamzah mengaku dirinya diajak Latif bergabung dalam aksi perampokan di Indomaret di Jalan Gatot Subroto Magelang. Mahasiswa sebuah PTN Jogja ini membenarkan, dirinya merupakan pelaku penodongan senjata api ke pegawai minimarket untuk menunjukkan letak brankas.
“Bukan senjata saya. Saat saya diajak ikutan, ternyata semua senjata seperti pistol dan parang sudah disiapkan di dalam mobil. Saya diberi bagian bawa pistolnya,” ungkapnya.
Ia meneruskan, dirinya belum lama mengenal Latif, yang disebut otak aksi perampokan tersebut. Ia mengenal Latif, sebulan lalu saat keduanya bermain game online di salah satu game center di Demangan, Sleman.
“Ya saat dia (Latif, Red) membujuk untuk ikutan. Sebenarnya saya sudah menolak karena takut. Tapi dia bilang dan meyakinkan, kalau aman dan tidak bakal ketahuan,” ungkap pemuda asal Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah ini.
Selain Rizki, Polres Magelang Kota juga memproses hukum Andri Wardanto Saputra, satu dari lima pelaku perampokan Indomaret di Jalan Gatot Subroto Kota Magelang. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jogjakarta ini berposisi sebagai pengemudi Toyota Avansa AB 1572 JN yang digunakan beraksi merampok di Sleman, Muntilan, Kota Magelang, dan lainnya.
“Iya, berkas Rizqi dan Andri, kami yang tangani. Sedang Yulius atau Jos dan Gunawan ditangani Polres Magelang. Untuk Latif, ditangani Polres Sleman,” kata Suyatno.
Di Polres Magelang Kota, Andri hanya tertunduk sembari menutupi wajahnya dengan tangan. a bakal mengubur cita-citanya merengkuh gelar sarjana, karena tak bisa menuntaskan skripsi yang ditargetkannya selesai tahun ini.
“Skripsi saya masuk bab enam. Rencananya sih bisa selesai dan wisuda bulan Oktober ini,” ungkap Andri.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester sembilan ini berperan sebagai pengemudi. Demikian saat aksi perampokan di Indomaret jalan Gatot Subroto yang menggondol uang Rp 21 juta dari brankas minimarket 24 jam. Sebelumnya, mereka menganiaya kedua pegawainya.
“Saya juga awalnya takut dan enggak mau, tapi saya diancam dan dipaksa Latif ikutan. Saya hanya disuruh jadi driver,” paparnya.(dem/hes)