MUNGKID – Dua bangunan poskamling di Dusun Tanjungsari, Desa Tanjugsari dan poskamling di Dusun Beder, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur akan ditertibkan. Ini menyusul adanya perubahan fungsi pada kedua poskamling yang terletak di Kecamatan Borobudur.
Kedua poskamling tersebut, kini dijadikan posko salah satu calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Petugas Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Borobudur, M. Aziz mengatakan, kedua poskamling yang warnanya berubah jadi merah tersebut, terpasang baliho besar sekitar seminggu lalu. Ukurannya, 1 x 5 meter. Di kedua poskamling ada tulisan “Posko Pasukan Banteng Berdikari,” dibubuhkan masing-masing nama dusun setempat.
Setelah menemui dua poskamling dalam kondisi berubah fungsi, Panwascam akan mengirimkan surat ke pihak terkait. Yaitu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Magelang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magelang.
“Surat rekomendasi ke KPU melalui Panwas Kabupaten Magelang dan akan direkomendasikan ke Satpol PP untuk ditertibkan, tegas Aziz, kemarin (13/3).
Menurut Azis, bangunan poskamling yang menjadi posko caleg merupakan pelanggaran berat. Tidak tanggung-tanggung, tiga aturan KPU yang dilanggar. Yakni, Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Alat Peraga Kampanye (APK), Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang larangan fasilitas umum digunakan untuk kampanye, dan Keputusan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang APK dan zona kampanye.
“Secepatnya, surat akan dikirimkan ke beberapa pihak agar ditindaklanjuti,” tegasnya.
Selain terpampang tulisan “Posko Pasukan Banteng Berdikari”, pada posko tersebut juga ada beberapa nama dan foto tokoh PDIP. Di antaranya, foto Presiden Soekarno, Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Jokowi, dan Ganjar Pranowo. Foto dan tokoh yang paling besar adalah foto Sariyan, caleg PDIP Kabupaten Magelang. Saat ini, Saryan merupakan ketua DPRD Kabupaten Magelang. Adapun fotonya, berada paling kiri baliho.
“Temuan posko caleg ini merupakan laporan dua orang tokoh partai pesaingnya pada Pileg 9 April mendatang,” katanya.
Usai mendapat laporan, Panwascam memanggil kedua aparat desa di dua desa yang terdapat poskamling. Untuk Desa Tanjungsari, Panwascam memanggil dan mengklarifikasi pada M. Arifin, yang juga kepala desa setempat. Dari hasil keterangan Arifin, poskamling yang ada di Dusun Tanjungsari merupakan poskamling milik desa.
“Poskamling itu berdiri di atas tanah bengkok desa,” kata Arifin.
Saat dikonfirmasi via telepon, Saryan Adi Yanto tidak memberi tanggapan. Sambungan telepon dan beberapa pesan singkat yang dikirimkan tidak direspons.(ady/hes)