JOGJA-Meskipun tidak mengagendakan pertandingan uji coba besar dalam masa persiapan kompetisi Divisi Utama 2014, menjajal kekuatan klub sepadan tetap penting bagi PSIM Jogja. Setidaknya hal tersebut bakal memberikan gambaran peta kekuatan pada para penggawa Laskar Mataram.
Hal tersebut diungkapkan Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara usai memimpin latihan di Stadion Mandala Krida kemarin (13/3). Eks penyerang lubang PSIM ini mengatakan, selain memberikan gambaran kekuatan melakukan latihan bersama dengan sesama tim Divisi Utama berguna untuk membentuk mental para pemain.
“Sejatinya kami tidak mengagendakan uji coba, tapi hanya latihan bersama. Nah, agar mental para pemain bisa terbentuk kami juga butuh untuk melakukan latihan bersama dengan yang sama-sama berkompetisi di Divisi Utama,” jelasnya.
Seto menambahkan, kemungkinan besar beberapa sesi latihan bersama mungkin dilaksanakan di kandang lawan. Beberapa daerah yang dekat dengan Jogja seperti Magelang dan Temanggung disebutnya cukup potensial untuk disambangi.
Namun, latihan bersama dengan tim Divisi Utama tentunya harus melalui persetujuan manajemen. Jika manajemen mengiyakan maka PSIM bisa mencoba kekuatan calon rival-rival mereka di kompetisi kasta kedua. “Tentunya harus ada persetujuan manajemen juga. Sebab sebagai pelatih tentunya saya tak bisa membuat keputusan sendiri,” tandasnya.
Hari Ini, PSIM bakal menjalani latihan bersama pertama mereka kontra klub amatir PS Bharata. Laga ini akan berlangsung di markas mereka Stadion Mandala Krida.
Kata Seto paling tidak PSIM akan menjalani sekali latihan bersama dalam seminggu. Namun tidak menutup kemungkinan meningkatkan intensitas latihan bersama menjadi dua kali seminggu. Terlebih lagi di ajang Divisi Utama PSIM pastinya banyak melakoni dua pertandingan dalam satu pekan. “Ya mungkin juga nanti ada dua latihan bersama dalam satu pekan. Namun untuk sementara PSIM melakukannya dalam seminggu sekali dulu,” tandasnya.
Adapun dalam sesi latihan kemarin, PSIM kedatangan salah satu penggawa yang cukup ditunggu Fajar Listiyantara. Kemarin Fajar terlihat sudah mulai berlatih di bawah Seto yang notabene kakak kandungnya.
Dalam latihan kemarin permainan Fajar terlihat cukup lumayan. Buktinya, eks penggawa PSS Sleman tersebut mampu membuat banyak tembakan ke arah gawang.
Sedangkan, pemain seleksi yang berposisi sebagai playmaker Andi Kurniawan juga tampak menjalani sesi game pertamanya bersama PSIM. Andi terlihat cukup menjanjikan untuk PSIM. Umpan-umpan serta pergerakannya mampu memudahkan rekan-rekannya membuat gol. Selain itu Andi memiliki kemampuan mengeksekusi bola-bola mati.
Tapi Seto mengaku tidak bisa memberikan keputusan prematur untuk pemain-pemain tersebut. Ia berharap secepatnya dirinya dapat memberikan keputusan apakah merekomendasikan Fajar dan Andi ke manajemen atau justru mendepaknya.
“Mudah-mudahan saja akhir pekan ini keputusannya sudah ada. Yang jelas Fajar dan Andi akan kami lihat permainannya dalam latihan bersama dengan PS Bharata. Selain itu jangan dilupakan juga kami masih memantau Syaiful Aris (penyerang),” sergahnya.
Terpisah, Fajar mengtatakan siap untuk menunjukkan performa terbaiknya selama masa pantauan. Ditemui Radar Jogja Fajar mengaku ia sempat seleksi di PSIR Rembang. Tapi karena tak kunjung diberi kejelasan, Fajar akhirnya memilih untuk mencoba peruntungan di PSIM. “Dulu saya juga pernah membela tim ini. Kedekatan personal pasti ada. Makanya saya tertarik untuk main di sini,” ucapnya. (nes/din)