MUNGKID– Menjelang pemilu legislatif (pileg) pada 9 April mendatang, struktural ditubuh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magelang dirombak.
Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Magelang M. Achadi, secara tiba-tiba diturunkan menjadi wakil ketua Dewan Tanfidz DPC PKB. Kini, jabatan Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB diisi Achmad Labib. Selain posisi ketua, sekretaris Dewan Tanfidz yang semula dipegang Muhammad Adib, berganti di tangan Dodi Setiawan. Seperti nasib Achadi, Muhammad Adib juga diturunkan jabatannya menjadi wakil sekretaris Dewan Tanfidz.
Selain menimpa dua orang tersebut, perombahan strutural DPC PKB juga menambah orang. Yaitu, dua nama masuk jajaran sebagai wakil ketua Dewan Tanfidz. Yaitu, Budhiati Hartjahjani dan Yogyo Susapto Yono.
“Untuk struktur pengurus yang lain, tidak berubah,” kata Ketua Dewan Tanfidz Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudhori, kemarin (13/3).
Gus Yusuf-sapaan akrab Muhammad Yusuf Chudhori meneruskan, perombakan struktural DPC PKB berdasar Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Nomor 15306/DPP-03/V/A.1/III/2014. Pada surat tersebut, diputuskan adanya penunjukan pengurus sementara ataukaretaker sebagai penggantistruktur kepengurusan DPC PKB Kabupaten Magelang periode 2013-2018.
“Pengurus karetaker ini bekerja sesuai amanat AD dan ART PKB. Serta peraturan partai hingga terselenggaranya permusyawaratan tertinggi (Muscab) PKB Kabupaten Magelang yang dilaksanakan paling lambat setahun sejak ditetapkannya surat keputusan ini,” jelasnya.
Gus Yusuf menegaskas, penunjukan pengurus karetaker berdasar atas beberapa pertimbangan. Di antaranya, terkait penyegaran dan dinamisasi partai yang membutuhkan penanganan yang tepat. Serta, penanganan secara akurat sebagai langkah mengoptimalkan konsolidasi partai dan menjaga solidnya pengurus.
Alasan lain, terkait adanya komitmen setiap kader partai selalu siap sedia menjalankan amanat partai untuk ditempatkan dalam jabatan apapun. Mereka juga siap diserahi pekerjaan apapun demi kebesaran partai.
“Upaya yang lebih intensif dan akomodatif demi pemenangan Pemilu 9 April 2014 dan hajat-hajat politik lainnya,” katanya.
Menanggapi keputusan tersebut, Achadi enggan berkomentar.
“Informasinya seperti itu. Saya sendiri belum menerima surat dari DPP. Sebagai kader PKB, kami siap menerima segala keputusan dari DPP dan siap menjalankannya,” kata Achadi singkat.
Achmad Labib yang ditunjuk menjabat ketua Dewan Tanfidz DPC PKB mengaku tidak menduga dipasrahi sebagai karetaker. Labib mengaku tidak pernah ikut campur dalam pergantian struktural partai. Meski begitu, ia mengaku siap mengemban amanah yang diberikan petinggi PKB.
“Sebagai kader partai, kami siap menjalankan amanah ini,” tegasnya.
Soal apakah pergantian struktural DPC PKB ada kaitannya dengan Pilkada Kabupaten Magelang, Labib mengaku kurang mengerti. Memang, ada wacana penunjukkan dirinya sebagai upaya mengembalikan massa Nahdlatul Ulama (NU) yang sempat terpecah saat Pemilu Bupati Magelang pada Oktober 2013.
“Mungkin saja. Namun diakui atau tidak, PKB lahir dari NU,” katanya.
Labib menegaskan, begitu menduduki jabatan baru tersebut, dirinya berusaha mengembalikan keutuhan suara partai. Ia akan mengajak semua pihak kembali membangun dan membesarkan PKB seperti awal 2000. Pada Pemilu 2004-2009, PKB menjadi pemenang dengan meraih 12 kursi di DPRD Kabupaten Magelang.
“Selain itu, kami juga akan menyatukan kembali PAC-PAC, yang sebelumnya sempat ada perbedaan pendapat pada musdalub PKB akhir 2013,” katanya.(ady/hes)