JOGJA – Pameran tidak hanya menjadi kewajiban para seniman untuk unjuk karya. Para mahaiswa yang notabene masih menimba ilmu juga bisa menggelar pameran seni. Inilah yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa ISI Jogjakarta dengan menggelar pameran Lembaran Cerita di Hotel Duta Wisata di Jalan urip Sumoharjo, Jogjakarta.
Pameran yang berlangsung hingga 16 Maret mendatang ini mengusung konsep yang unik. Salah seorang peserta pameran Alfin Rizal mengungkapkan konsep ini menggabungkan dua kelompok seni yang berbeda. Rizal mengungkapkan kolaborasi ini terjadi antara kelompok ATAL dengan kelompok Roman.
“ATAL sendiri berasal dari bahasa Pakistan yang artinya berani, sedangkan Roman adalah kelompok seni yang anggotanya dari tanah Minang. Kita bergabung dan menghadirkan kisah-kisah serta perspektif sebuah keluarga,” kata Rizal (13/3).
Rizal menjabarkan diangkatnya tema keluarga ini karena ingin menghadirkan romansa kehangatan. Kehangatan keluarga terwujud dalam sebuah pertemuan, perpisahan dan kisah lainnya dalam keluarga.
Selain itu, wujud kolaborasi dua kelompok ini merupakan makna lainnya dari arti sebuah keluarga. Dengan latar belakang seni yang berbeda-beda namun bisa saling mengisi. Perbedaan ini diakui oleh Rizal justru menjadi pemersatu dan menguatkan tema pameran.
“Dalam pameran kali ini, setiap seniman dibebaskan untuk mempersepsikan arti keluarga. Bisa sebuah perpisahan, kerinduan, bentuk kasih saying orangtua ke anak dan lainnya,” kata Rizal.
Selain Rizal, pameran ini juga memajang karya 14 seniman lainnya. Karya–karya ini tersaji secara apik dengan gaya melukis masing-masing seniman. Selain lukisan ada pula karya yang diwujudkan dalam sebuah seni instalasi.
Seniman ini diantaranya adalah Arbi Putra, Laksmono Ryo, Andrea Gani, dan Andi Waskito. Juga diikuti oleh Ade Jaslil Putra, Jaka Utama, Milpi Candra, Ipung Silji, Melta Desyka, Oktaviyani, Nesar Ahmad, Reza, Sasferi Yendra dan Esa Putra. (dwi/ila)