Sebanyak 35 Guru Disiapkan sebagai Instruktur
JOGJA – Penerapan Kurikulum 2013 pada madrasah akan dilaksanakan pada 2014 atau tahun ajaran 2014/2015. Berbeda dengan sekolah umum, penerapan Kurikulum 2013 pada madrasah dilakukan satu tahun setelah kurikulum tersebut diterapkan di sekolah.
Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Kantor Wilayah Kementerian Agama DIJ Nadhif menjelaskan Kurikulum 2013 mulai dilaksanakan pada Juli 2014. Sesuai instruksi Kemenag pusat, Kurikulum 2013 akan diterapkan di seluruh madrasah di Indonesia.
“Di DIJ sekitar 13 ribu lebih sekolah siap menerapkan Kurikulum 2013 dengan rincian 3.992 Madrasah Aliyah (MA), 7.030 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 2.166 Madrasah Ibtidaiyah (MI),” kata Nadhif di kantornya (13/3).
Menurut Nadhif perbedaan waktu penerapan Kurikulum 2013 madrasah dengan sekolah memang sudah direncanakan. Sebab, selama satu tahun tersebut, Kemenag pusat harus mempersiapkan para guru melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek).
Berdasarkan data dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemenag, terdapat 180 ribu madrasah dinyatakan siap menerapkan Kurikulum 2013 di seluruh madrasah. Nadhif mengatakan, sebanyak 35 orang guru madrasah telah dipanggil pusat untuk disiapkan sebagai instruktur. Sedangkan di DIJ ada sekitar 1.500 guru lagi yang nantinya diikutsertakan dalam bimtek.
“Bimtek berbasis mata pelajaran akan dilakukan pada April 2014. Saat ini ada dua mata pelajaran (mapel) yakni IPA dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.
Pembinaan terhadap guru akan dilakukan secara bertahap. Bimtek tersebut digelar musyawarah guru mata pelajara (MGMP) selama empat hari. Selama mengikuti bimtek, guru diminta membuat RPP dan silabus. “Harapannya hasil RPP dan silabus bisa diimbaskan kepada guru, jadi ketika Juli 2014 Kurikulum 2013 diterapkan, guru-guru sudah siap,” terangnya.
Sesuai rencana Kemenag RI, impelentasi Kurikulum 2013 di madrasah akan dilakukan bertahap selama tiga tahun. Pada tahun pertama difokuskan pada MI kelas 1 dan 3. Sedangkan, untuk MTs berlaku pada kelas 7 untuk MA pada kelas 10.
Wakil Kepala MAN 1 Jogja Hartiningsih mengatakan sebanyak 58 guru telah disiapkan untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Nantinya terdapat 22 mapel yang menerapakan metodologi Kurikulum 2013.
“Guru-guru kami sudah siap Kurikulum 2013, bahkan ada empat orang guru yang berstatus instruktur,” jelasnya.
Dikatakan, sebagian besar materi pembelajaran yang ada di madrasah dan sekolah berbeda. Sebab sebagian besar mapel yang diajarkan di madrasah adalah mapel agama.
“Di kurikulum 2013 pendekatannya diwadahi dengan pendekatan scientific. Anak mencari ilmu dengan pendekatan ilmiah,” jelasnya. Di samping itu, metode pembelajaran yang diberikan akan lebih jelas karena tidak lagi berdasarkan buku teks. “Siswa ditekankan untuk ikut serta mencari,” jelasnya. (bhn/iwa)