• Angka Kemiskinan di Karangwaru Turun
JOGJA-Penataan Kali Buntung akhirnya berhasil menyelesaikan segmen keempat. Penataan kawasan sungai dengan membangun talud dan disulap sebagai ruang terbuka hijau publik itu telah mencapai 25 persen dari total enam segmen direncanakan.
Kepala Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tridaya Waru Mandiri, Kelurahan Karangwaru Sugito mengatakan, penataan fisik di enam segmen sepanjang Kali Buntung dan Kali Code membutuhkan biaya tak sedikit. Diperkirakan untuk penataan sungai yang nantinya menjadi Karangwaru Riverside itu butuh Rp 13 miliar.
“Ini yang menjadi kendala kami. Soal pendanaan kalau untuk mengerjakan enam segmen sekaligus,” tutur Sugito, di sela peresmian sepanjang 120 meter segmen 4 di Kali Buntung dan Jembatan penghubung Blunyahrejo dan Karangwaru, kemarin (13/3).
Sugito mengatakan, penataan Kali Buntung tersebut, akan terus mereka lakukan. Rencananya, tahun ini, mereka akan mengajukan kembali pendanaan dari APBN dan swasta. “Marketing kami sudah mulai mencari sumber dana. Beberapa sudah ada yang tertarik sampai survei ke sini,” tandas Sugito.
Ia menegaskan, dengan jumlah kebutuhan anggaran yang mencapai Rp 13 miliar, tentu bukan proses yang cepat untuk bisa menyulap Kali Buntung sebagai kawasan sungai modern. Makanya, secara bertahap, pihaknya membangun kawasan tersebut. “Dari mulai membangun segmen 1, dan setengah dari segmen 4 ini dananya dari APBN,” terangnya.
Dari APBN tahun 2012, BKM Tridaya Mandiri mendapatkan alokasi dana Total biaya Rp 833.633.000,- . Kemudian, dilanjutkan untuk pembangunan separo segmen keempat, menghabiskan dana Rp 750 juta juga dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum.
Sedangkan untuk pembangunan kembali jembatan penghubung dua kampong tersebut, mereka mendapatkan dana dari Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman, Kementrian PU senilai Rp 250 juta.
Penataan kawasang sungai di Kali Buntung ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Wali Kota Imam Priyono (IP). IP yang meninjau dan meresmikan pembangunan tersebut melihat kebersamaan warga Karangwaru yang didasari Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Ngayogyakarto (Segoro Amarto) sudah terbukti ampuh. “Kawasan Karangwaru yang dulunya tinggi untuk angka kemiskinan, sudah mulai menurun. Ini karena Segoro Amarto yang sudah berjalan,” tutur IP.
Sebagai wakil dari pemkot, IP mengaku merasa tersindir dengan kemandirian BKM tersebut. Ia pun berharap, jerih payah warga Karangwaru itu bisa menjadi semangat pemkot untuk membangun Kota Jogja lebih nyaman bagi warganya. (eri/din)