JOGJA – Seperti provinsi lain di Indonesia, Jogjakarta memiliki potensi cukup tinggi pertumbuhan ekonominya. Peluang ini dilirik Rakuten, perusahaan layanan internet terbesar di dunia dan pemilik marketplace Rakuten Belanja Online (RBO).
Saat ini, pertumbuhan e-commerce di Indonesia dengan menggelar seminar e-commerce ke-4 yang dirancanag untuk memberdayakan merchant di luar Jakarta. Tema yang diangkat dalam seminar, “Pemberdayaan UKM dengan Rakuten Belanja Online”, di Hotel Santika, kemarin (13/3).
CEO and President Director Rakuten Belanja Online (RBO), Ryota Inaba mengatakan, Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia dan industry e-commerce terkuat, sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi Negara dan membawa Indonesia ke kelompok elit Asia dalam waktu dekat.
“Di Jogjakarta, kami merepresentasikan komitmen berkelanjutan Rakuten untuk memberdayakan bisnis lokal,” tegas Ryota.
Ditambahkan Ryota, Rakuten memiliki platform e-commerce RBO yang dibuat sederhana dan mudah bagi UKM di Jogjakarta. Sehingga, mereka bisa menawarkan produk uniknya ke konsumen di luar DIJ.
Ryota meneruskan, dengan platform yang ada, UKM bisa mengambil langkah awal ke e-commerce dan mengelola toko onlinenya. Apalagi tim RBO memiliki tim khusus konsultan untuk membantu para merchant mempelajari cara merancang tokonya sendiri, memasarkan produk, membangun basis konsumen dan meningkatkan penjualan.
“RBO juga meluncurkan pemberdayaan bagi mahasiswa UGM yang didesain mendorong generasi muda Indonesia meraih mimpi-mimpi dan memulai karir sebagai wirausahawan e-commerce setelah lulus. Mahasiswa dari berbagai universitas didorong mendirikan toko online berbasis platform RBO dan berkompetisi mendapatkan hadiah yang di sediakan RBO,” katanya.
Rakuten Belanja Online berdiri sejak 2011. Pada November 2013, RBO menggelar Rakuten Expo 2013 dan menunjukkan komitmennya membangun ekosistem e-commerce di Indonesia.
Selain itu, diluncurkan program edukasi e-commerce untuk UKM, dirilisnya platform e-commerce global baru dan solusi pembayaran.
“RBO juga berhasil mengembangkan basis pelanggannya yang semula berbasis di Indonesia, hingga menjangkau kota lain di Indonesia. Dua tahun lalu, 90 persen didominasi pelanggan dari Jakarta. Kini, pelanggan dari luar Jakarta, mencapai 70 persen,” katanya.
Tahun lalu, RBI mencatat pertumbuhan pesat dengan gross merchandise value (GMS) meningkat 152 persen (year on year). Sedangkan jumlah pesanan yang dibayar (paid orders), meningkat 147 persen (year on year).
Dipicu implementasi teknologi baru, mobile commerce juga mencatat pertumbuhan kuat tahun lalu, dengan jumlah kunjungan mobile meningkat 132 persen ari semester pertama ke semester kedua 2013, di mana jumlah pemesanan melalui mobile meningkat 85 persen di periode yang sama. Sementara tingkat konversi (CVR) dari smartphone meningkat 63,3 persen year on year.(hes)