SLEMAN-Persiba Bantul sejatinya memiliki peluang besar meraih tiga angka pertama di lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL). Menjamu Putra Samarinda (Pusam) di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan udara (AAU), Sleman kemarin, Johan Manaji cs tampil menjanjikan di babak pertama.
Buktinya, banyak peluang yang diciptakan. Setidaknya, sebelum paro pertama berakhir Laskar Sultan Agung-julukan Persiba memiliki dua peluang emas dari jejen Jaenal Abidin pada menit ke-11 dan tendangan bebas Emile Mbamba menit 30.
Asa kemenangan semakin besar saat injury time, ketika kerjasama Ugik Sugiyanto dan Emile Mbamba sukses membuka keunggulan 1-0. Mbamba mencetak gol lewat tendangan voli.
Sayangnya, serangan Persiba mengendur pada babak kedua. Meskipun sebenarnya Pelatih Persiba Bantul Sajuri memasang pola yang lebih agresif yakni 4-3-3 dengan menempatkan Mbamba, Jejen dan Ugik sebagai tridente. Namun anehnya Pusam justeru bisa mengontrol jalannya pertandingan.
Pusam yang hanya membuat sekitar tiga percobaan tembakan ke gawang PSS tiba-tiba mampu membombardir pertahanan PSS. Pergerakan trio Bayu Gatra, Pavel Solomin serta Ilija Spasojevic benar-benar membuat lini pertahanan Persiba harus berjibaku menjaga gawang mereka.
Menit ke-73, Spasojevic pembawa malapetaka Persiba. Berawal dari serangan balik, Bayu Gatra melepaskan umpan yang mampu dimanfaatkan Spaso menjadi gol. Usai gol ini Pusam terus membombardir gawang Persiba.
Sauri bersyukur timnya masih mampu meraih hasil imbang. Dia menyadari meraih kemenangan memang sulit mengingat para penggawanya tidak memiliki fisik mumpuni. “Memasuki babak kedua terlihat fisik anak-anak rontok total. Ini sudah saya prediksikan sebelumnya,” imbuhnya
Selama bergulirnya ISL musim ini stamina buruk memang menjadi momok menakutkan bagi Persiba. Hal ini merupakan imbas dari minimnya asupan gizi yang mereka dapatkan. Bayangkan, hingga saat ini para pemain Persiba hanya diberi makan nasi bungkus.
Sajuri menambahkan, tidak adanya dukungan suporter membuat moral bertanding tim besutannya tak terangkat. Ia berharap pada laga menghadapi Mitra Kukar Minggu (16/3) mendatang mereka sudah bisa memakai SSA.
Hasil ini membuat Persiba masih terdampar di dasar klasemen Wilayah Timur. Wahyu Tri Nugroho (WTN) sementara ini baru mengumpulkan dua poin dari lima pertandingan.
Pelatih Pusam Mundari Karya mengeluhkan kepemimpinan wasit Novari Ikhsan yang dianggap kurang melindungi pemain. Pemain Persiba beberapa kali mengambil kaki Bayu Gatra dengan cara kasar. Namun wasit asal Jakarta tersebut tak memberikan hukuman setimpal.
“Banyak pelanggaran kaar yang sama sekali tak diganjar kartu. Ini bukti kalau wasit kurang melindungi pemain,” tegasnya. (nes/din)