KARANGMOJO – Untuk meningkatkan keterampilan petani membuat benih padi sendiri, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Jogjakarta mengadakan pendampingan kepada petani. Diharapakan ke depan petani mampu menghasilkan benih berkualitas.
“Proses pembuatan benih nantinya juga bekerjasama dengan Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB),” kata Rektor UST Pardimin saat panen perdana penangkaran benih bersertifikat di Kalangan, Ngipak, Karangmojo (13/3).
Menurutn dia, keterampilan membuat benih padi sendiri perlu belajar tentang penangkaran benih padi sehingga ketergantungan akan benih dari luar akan terputus. Dengan benih padi yang terjaga kualitasnya, maka produksi akan meningkat.
Sementara itu, Kades Ngipak Sekar mengucapkan terimakasih dengan kegiatan dari UST tersebut. Dengan terselenggaranya penangkaran benih padi IR 64 tentunya membantu masyarakat. Hasil panen ketika diproses menjadi benih semakin berkualitas.
“Melalui pendampingan dan pembinaan, hasil tanaman pertanian khususnya padi menjadi lebih baik,” terangnya.
Salah seorang perwakilan kelompok tani, Udin mengatakan, pendampingan UST sudah dilaksanakan sejak akhir 2013 hingga Maret 2014. Semula, pendampingan hanya pada pengembangan untuk beras merah, tetapi berlanjut hingga pengembangan benih padi.
“Petani sangat mendukung program UST untuk pengembangan benih, termasuk rencana penambahan pengangkaran kembali 10 hektare,” ucapnya. (gun/iwa)