SLEMAN – Gelar #SASISERU di Sahid Rich Jogja Hotel memasuki sesi kedua. Bertempat di lobi hotel tersebut, anak-anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai dan menggambar, kemarin (17/3). Lomba mewarnai dan menggambar tersebut bertajuk Nasionalisme dan Seni Budaya.
Lomba yang terselenggara atas inisiatif Liga Cendekia Muda ini mengangkat pentingnya nilai nasionalisme serta seni dan budaya.
Ketua kegiatan Dimas Wicaksonno mengungkapkan, kedua unsur ini sepatutnya bersanding saling mengisi dan menguatkan.
“Ada yang bilang nasionalisme dan seni budaya itu tidak bisa bersanding, padahal ini salah. Melalui seni pun bisa melatih nasionalisme pada Indonesia. Seperti yang dilakukan saat ini, anak-anak bisa mensinergikan keduanya melalui karya yang mereka ciptakan,” ungkap Dimas.
Dimas meneruskan, dengan lomba tersebut, besar harapan cinta tanah air dan cinta seni budaya semakin besar. Apalagi, seni budaya merupakan akar kuat bentuk cinta tanah air. Seni dan budaya Indonesia merupakan kekayaan yang dimiliki. Lomba ini menarik ratusan anak-anak untuk bergabung dalam ajang tersebut. Untuk lomba mewarnai diikuti siswa taman kanak-kanak. Sedangkan lomba mewarnai diikuti siswa sekolah dasar, dari kelas 1 – 6.
Director of Sales Manager Sahid Rich Jogja Hotel, Joko Paromo mendukung lomba ini. Bagi Joko, anak merupakan generasi penerus bangsa yang patut diapresiasi. Melalui seni, bisa menjadi bekal sebagai bentuk cinta tanah air.
“Mendukung aksi para pemuda Jogjakarta, apalagi melibatkan anak-anak. Gerakan dini yang wajib diapresiasi. Karya seni itu juga penting karena merupakans jati diri bangsa Indonesia,” kata Joko.
Selain itu, saat penutupan pameran pada 23 Maret direncanakan diadakan lomba mural dan grafiti bagi siswa SMA se – DIJ. Lomba mural dan grafiti merupakan arahan Wakil Bupati Sleman, Yuni Setya Rahayu. Lomba ini menjembatani kreativitas anak-anak SMA di Jogjakarta.
“Agar para siswa SMA Jogjakarta tidak hanya coret-coret di dinding,” kata Dimas.(dwi/hes)