KAWANAN pengutil di toko serba ada (Toserba) Putra WS Pedukuhan Gedangan, Kecamatan Sentolo, kemarin (16/3) tak bisa berkutik setelah aksinya mengutil pakaian diketahui security toko tersebut. Aksi terjadi sekitar pukul 11.00, melibatkan tiga pelaku laki-laki dan satu sopir mobil, dua pelaku perempuan, dan satu pelaku yang masih di bawah umur.
Pelaku datang ke lokasi menggunakan mobil Xenia N 1159 GJ. Sampainya di lokasi, tiga pelaku laki-laki, Eko Susanto, Agus Darmawan, dan Mustakim masuk toserba. Pelaku lainnya, Dewi, Putri, dan Vt,16, menunggu di mobil bersama sopir, Nanang. Mobil itu diparkir sekitar 10 meter dari toserba.
Tukang parkir toserba merasa curiga setelah Agus keluar dari toko, karena bajunya terlihat besar. Kemudian, Agus diperiksa dan ditarik baju yang dipakainya. Ternyata beberapa baju terjatuh dari badan Agus. Hal itulah yang membuat pelaku panik, sementara dua pelaku lainnya berusaha kabur setelah mengetahui Agus dipergoki di depan toko.
“Ada seorang pelaku yang keluar toko dan dicurigai. Tukang parkir curiga lalu menarik bajunya. Ternyata baju-baju yang sudah diambilnya dari toko berjatuhan,” kata koordinator keamanan toko, Hari Ujiantoro di Polsek Sentolo.
Saat Agus diamankan, dua pelaku yang masih di dalam toko berusaha kabur menggunakan ojek ke arah Siwalan. Keduanya berhasil ditangkap petugas di depan SMPN 1 Sentolo. Sedangkan pelaku lainnya yang masih berada di dalam mobil, melarikan diri.
Polisi yang mendapat informasi itu langsung mendatangi TKP. Sementara aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Mobil pelaku berjalan ke arah Kaliagung. Di tengah perjalanan, dua pelaku diturunkan dari mobil, Dewi dan Vt. Sedangkan Putri dan Nanang kabur.
Dewi dan Vt pun berhasil ditangkap. Sementara mobil yang dikendarai Nanang ditinggal di daerah Kaliagung. Petugas meringkus Putri tak jauh dari mobil, sedangkan Nanang masih dalam pengejaran.
Di Polsek Sentolo, Putri mengaku tidak tahu aksi kriminal itu. Awalnya, dia diajak Agus yang tak lain adalah kekasihnya, untuk berwisata. Namun, dia merasa tertipu lantaran melakukan aksi di luar sepengetahuannya.
“Kalau pergi sendiri sama adik saya kan ngga boleh sama orangtua, lalu saya ajak adik saya, Vt. Ngga tahunya malah seperti ini,” jelasnya.
Pelaku lainnya, Agus menuturkan bahwa aksinya baru kali pertama dilakukan. Sebagian hasil mengutil untuk dipakai sendiri dan sebagian dijual sebagai modal melamar calon istrinya. “Bajunya mau dipakai sendiri untuk baju salin,” kata Agus.
Selain pelaku, polisi juga menyita barang bukti delapan kaos, dua jaket dan enam potong celana. Sejauh ini, polisi masih melakukan pendalaman atas kejadian tersebut.
Kapolsek Sentolo Kompol Mulyono menjelaskan, masih melakukan penyidikan. Selain itu, kemungkinan adanya TKP lain di beberapa tempat, polisi juga masih menyelidikinya.
“Kami masih melakukan pemeriksaan dan mengembangkan penyidikan. Sementara ini pelaku dan barang buktinya sudah kami sita,” kata Mulyono. (*/iwa)