SLEMAN – Manajemen Hotel Hyatt Regency Jogjakarta menghadirkan executive chef dari Hotel Bali Hyatt, Michael Thomas Luedtke. Langkah ini untuk meningkatkan kualitas sajian menu Kemangi Bistro. Chef Michael dikenal sebagai pengolah western food and fusion food.
Michael mengungkapkan, fusion merupakan kombinasi menu western dengan menu Asia, maupun lokal Indonesia. Menu ini menggabungkan menu yang kerap disajikan dalam sajian internasional, tetapi menambah komposisi lokal.
“Kami menghadirkan cita rasa tradisional, dengan bahan tradisional. Ini pasti menjadi kombinasi menu yang menggungah selera,” kata Michael, Jumat lalu (14/3).
Kombinasi inipun tidak hanya meliputi komposisi pembuatan menu yang tersaji. Chef asal Berlin Jerman ini mengungkapkan, kombinasi bisa dilakukan dengan mengadaptasi teknik memasak. Teknik memasak secara tradisional inilah yang mampu menambah cita rasa menu yang disajikan.
Salah satu menu dalam fusion ini adalah wood fire Tasmanian salmon. Menu ini bisa dinikmati di Kemangi Bistro dan memiliki cita rasa masakan western yang kuat. Di sisi lain, menu ini memiliki komposisi yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia.
Untuk teknik memasaknya, Chef Michael mengadaptasi memasak menggunakan teknik wood fire. Ia mengungkapkan, teknik memasak ini mampu menghadirkan cita rasa yang berbeda. Aroma salmon semakin enak, karena ada kombinasi memasak dengan teknik tradisional.
“Aroma dari wood fire mampu merasuk ke dalam sajian salmon. Salmon merupakan menu sehat dan kaya nutrisi bagi tubuh. Olahan ini semakin lengkap dengan adanya bayam dengan lumeran keju dan terong diiris tipis sebagai pembungkusnya,” ungkapnya.
Sajian wood fire Tasmanian salmon merupakan sajian yang memiliki komplit. Selain ikan salmon, ada juga jamur, tomat, bawang, dan miso soup sebagai pelengkapnya.(dwi/hes)