MUNGKID – Aksi menuntut Pemkab Magelang segera memperbaiki jalan di Kabupaten Magelang terjadi lagi. Setelah beberapa kali aksi demo mendesak perbaikan ruas jalan Muntilan-Talun, aksi serupa terjadi pada masyarakat di Sawangan. Mereka ingin ruas Jalan Blabak-Sawangan-Boyolali segera diperbaiki. Memang, jalan tersebut kondisinya cukup memprihatinkan.
Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Rembug Merapi-Merbabu (FRMM) menggelar aksi damai di depan Kantor Koramil Sawangan, kemarin (16/3). Tuntutan yang dilontarkan tak jauh berbeda dengan aksi demo masyarakat di Jalan Muntilan-Talun. Mereka menuntut Pemkab Magelang menertibkan tonase truk pasir dan memberlakukan waktu angkutan galian C.
“Akibat rusaknya jalan ini, beberapa bidang seperti perekonomian, pertanian, pariwisata, dan terutama jalur evakuasi warga jika Gunung Merapi erupsi terganggu. Sebenarnya, masih banyak sektor lain yang terganggu akibat kerusakan jalan ini,” kata Koordinator aksi, Nurcahyo.
Menurutnya, dampak lain akibat kerusakan jalan adalah banyak sesama pengguna jalan yang hampir saling berkelahi. Terutama, antara kru truk pasir galian C dengan kru angkutan umum, angkudes, dan pengguna jalan yang lain.
Dengan alasan tersebut, warga mendesak Pemkab Magelang segera memperbaiki dan melakukan tindakan tegas terhadap armada truk galian C.
“Perbaiki dulu jalan ini. Setelah itu, lakukan penertiban tonase dan berlakukan jam untuk armada galian C,” tegasnya.
Warga meminta pembatasan truk pengangkut pasir. Truk hanya boleh lewat antara pukul 07.00 – 19.00. Selain jam itu, warga melarang truk melewati jalan Blabak-Sawangan.
Dijelaskan, aksi yang dilakukan merupakan bentuk keprihatinan atas kerusakan jalan. Tidak tanggung-tanggung, kerusakan jalan terjadi dari Blabak hingga perbatasan Kabupaten Boyolali.
“Sudah tak terhitung berapa kecelakaan yang terjadi akibat kerusakan jalan ini,” ungkapnya.
Warga mengancam bila tuntutannya tidak ditanggapi Pemkab Magelang. Dalam waktu dekat, akan menggelar aksi yang lebih besar. Di antaranya, melibatkan pelajar, seniman, petani, kru angkutan umum, angkudes, ojek, dan lainnya.
“Kalau tidak ditanggapi, kami siapkan aksi yang lebih besar. Jadi tolong perhatikan tuntutan kami,” pitanya.
Dalam aksi tersebut, perwakilan FRMM ditanggapi beberapa perwakilan dari Satpol PP, Koramil, dan Polsek Sawangan.
“Ini aksi pertama yang dilakukan warga terkait jalan rusak dan penambangan. Kami hanya memantau saja, bersama beberapa anggota,” kata Kapolsek Sawangan, AKP Mudjiono.(ady/hes)