Bagi komunitas Pajero Owners Community (POC) Indonesia Chapter Jogja, berkumpul bersama anggota lain punya punya banyak misi. Apa saja yang mereka lakukan?
DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja
Dalam kebersamaan, para anggotanya tidak hanya menjalin hubungan kekeluargaan, namun juga bersama-sama ingin memberi manfaat bagi lingkungan dan sesama. Salah satunya mengangkat tempat-tempat wisata yang belum popular, dengan cara menjelajah yang mereka sebut dengan jelajah banteng.
Sejak dikukuhkan 9 Maret 2013, POC Chapter Jogja semakin kompak dengan semangat tidak hanya ingin memenuhi jalanan sebagai pengendara mobil probadi. Namun dengan kebersamaan, komunitas ini bisa memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat, baik untuk sesama dan lingkungan.
“Salah satu misi kami yaitu memperkenalkan tempat atau daerah yang potensial sebagai objek wisata. Sembari touring, kami mencari tempat-tempat baru yang tidak kalah indah untuk dijelajahi banteng-banteng,” ujar Kabid Keanggotaan POC Chapter Jogja Hendi Hidayat, Kamis (13/3) kemarin.
Banteng, sepertinya jadi sebutan yang pas untuk mobil minibus sport ini dari para pemiliknya. Hendi menuturkan, ketangguhan dan kenyamanan berkendara menjadi alas an kenapa mobil jenis ini memiliki panggilan banteng. Karena ketangguhan performanya inilah, POC Chapter Jogja ingin mengoptimalkan kendaraannya lebih dari sekedar kendaraan yang mampu melaju di jalanan umum.
Maka, mengangkat tempat dan daerah wisata yang belum dikenal luas masyarakat menjadi misi para pemilik banteng ini. Penjelajahan dengan banteng pun tidak sekedar touring biasa, tetapi masing-masing bisa lebih mengenal daerah yang dituju dan saat kembali pulang dapat memperkenalkannya. Melalui media sosial, dan juga promo gratis dari mulut ke mulut.
“Harapannya dengan kami mengunjungi, daerah tersebut akan semakin terkenal dan berkembang,”ujar Hendi.
Selain potensi daerah yang akan dituju, rute juga menjadi pertimbangan penting. Yakni harus menarik dan menantang. Di Jogjakarta, hampir semua lokasi menarik sudah dikunjungi. Lokasi daerah lain pun pernah mereka libas, seperti ke Surabya, Madura, Lamongan, Pacitan, Semarang, Kebumen, Pangandaran, Padang, Medan, Padang, dan lain sebagainya.
Selain jelajah banteng, selama kurang lebih satu tahun ini, POC Chapter Jogja telah melakukan berbagai macam kegiatan. Seperti family gathering, bakti sosial, jambore nasional, anjangsana ke rumah-rumah anggota baik di DIJ maupun di luar DIJ sebagai upaya menjalin hubungan kekeluargaan sesama anggota. Juga memperingati hari-hari besar nasional dan keagamaan bersama dengan cara yang berbeda. “Kalau tukar informasi dan ilmu tentang otomotif khususnya Pajero itu sudah pasti,” tambahnya.
POC Indonesia sampai saat ini telah memiliki anggota lebih dari 500 kendaraan yang mana total personelnya lebih dari 3.000 orang (terdiri dari seluruh anggota keluarga) yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Sedangkan anggota POC Chapter Jogja saat ini jumlahnya lebih dari 50 orang yang terdiri dari berbagai macam latar belakang dan profesi. Tak terasa, satu tahun mereka berkumpul menjadi keluarga besar.
Dalam kebersamaan, komunitas ini merayakan dengan touring ke tempat wisata yang ada di DIJ, yakni ke kawasan Merapi, Candi Prambanan, kebun buah Mangunan. Meskipun tempat yang dituju sudah familiar, rute yang dilewati bukan jalur yang biasa. “Kami memilih rute alternatif, lewat kampung-kampung, sawah dan masuk kawasan yang sedikit ekstrem jalannya,” ujar Hendi.
Selain touring, mensyukuri kebersamaan selama ini, komunitas otomotif ini juga akan membagi kebahagiaan mereka kepada sesame dalam kegiatan sosial. “Kami akan himpun dana untuk santunan kepada sesama baik di daerah bencana maupun daerah yang dianggap membutuhkan,” ujar Hendi. (*/din)