SAPTOSARI – Ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah di Jogjakarta dan sekitarnya melaksanakan upacara Melasti tahun baru caka 1936 di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Saptosari, Sabtu (15/3). Salah satu kegiatan ritual ini adalah membuang kotoran hati di lautan.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Gunungkidul, Purwanto mengatakan dengan melaksanakan Melasti diharapkan umat Hindu bisa menghilangkan segala kotoran alam. Sehingga kembali suci sebelum melaksanakan Nyepi.
“Melasti adalah rangkaian umat Hindu dalam peringatan Nyepi. Melalui upacara Melasti ini, umat Hindu bisa menghadap Hyang Baruno serta melabuh segala kekotoran alam,” kata Purwanto.
Memilih Pantai Ngobaran sebagai lokasi pelaksanaan upacara Melasti karena lokasi tersebut memiliki atmosfer spiritual dan sejarah cukup kuat. Pantai Ngobaran, kata dia, merupakan tempat Prabu Wijaya yang juga Raja Majapahit melakukan tapa brata sehingga mencapai kesempurnaan hidup atau moksa.
“Pantai Ngobaran merupakan Petilasan Prabu Brawijaya ke-5 sehingga secara spiritual mempunyai kekuatan magis untuk melaksanakan upacara Melasti. Semoga dengan pelaksanaan upacara Melasti di Pantai Ngobaran ini bisa memberikan aura positif untuk seluruh masyarakat Gunungkidul,” ucapnya.
Melasti merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi yang bertujuan menyucikan diri sebelum melaksanakan Nyepi pada 31 Maret 2014.
Salah seorang umat Hindu, Ipung, berharap dengan upacara Melasti ini kehidupan manusia bisa menjadi lebih baik. Selalu diberi kedamaian dan dihindarkan dari bencana. Semua berharap dengan Melasti, kesalahan dan kotoran yang menempel di dalam jiwa dan raga bisa disucikan kembali. “Sehingga kami menjadi manusia yang lebih baik,” ucapnya.
Upacara Melasti diawali dengan arak-arakan gunungan, uba rampe (sesembahan) dan pura mini yang disebut pratima dari parkiran Pantai Ngobaran menuju ke tempat upacara. Kemudian labuhan (membuang ke laut) sarana upacara mulai dari gunungan, pratima dan sesembahan. (gun/iwa)