MAGELANG – Anggota DPRD Kota Magelang Sriyanto meminta pihak eksekutif memikirkan soal kebersihan dan penempatan lahan parkir di Pasar Rejowinangun. Ssaat ini, sebagian pedagang sudah berpindah ke pasar tersebut. Hanya, ia melihat kondisinya justru semrawut dan tidak bersih.
“Banyak pedagang yang menjual dagangan di jalan masuk pasar. Malah di sana ada sampah-sampah yang menumpuk. Saya harap Pemkot memikirkannya,” kritik Sriyanto, kemarin (16/3).
Ia juga meminta agar ada kejelasan soal pengelolaan dan penertiban pedagang. Agenda ke depan, lanjut Sriyanto, Pemkot Magelang memiliki target meraih Adipura dan Pasar Rejowinangun menjadi pasar percontohan.
Fakta saat ini, terkesan kumuh. Karenanya, ia menilai ambisi meraih prestasi tersebut akan pupus jika tidak ada tindakan serius dari pemkot.
“Kalau kondisinya kotor seperti ini terus gimana. Katanya mau buat pasar percontohan. Kalau dibiarkan, nanti pasar jadi kumuh lagi,” katanya.
Melihat pasar seperti itu, Sriyanto langsung mengusulkan pada Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Magelang memperbaikinya. Saat datang ke Kantor UPTD Pasar Rejowinangun, Sriyanto ditemui Sekretaris DPP Kota Magelang, Joko Budiono.
“Soal parkir juga harus diperhatikan. Masa ada tempat parkir di depan persis lapak pedagang. Ada juga yang jualan di akses vital masuk pasar. Ini kan menunjukkan kalau penempatannya asal-asalan,” kritik Sriyanto lagi.
Sriyanti menilai, banyaknya pedagang dan lahan parkir yang tidak tertata mengakibatkan sulitnya akses masuk ke pasar. Bahkan, kondisi itu semakin diperparah, karena beberapa sepeda motor diparkir tepat di bawah rambu-rambu larangan parkir.
“Terkesan ditumpuk-tumpuk. Di belakang ada pedagang dan saya juga tidak tahu. Depannya persis ada sepeda motor yang diparkir. Ini menunjukkan penempatannya tidak siap,” kata anggota dewan yang dikenal vokal ini.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris DPP Kota Magelang, Joko Budiono mengaku, sudah memerintahkan jajarannya dan pedagang memperhatikan jalur akses masuk. Khusus di tanjakan sisi timur pasar, ia memerintahkan agar hanya dibuat bongkar muat saja. “Semua sudah saya perintahkan,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini pedagang Pasar Rejowinangun dalam proses perpindahan. Segala sesuatunya akan dikerjakan secara berangsur-angsur. Termasuk, soal penertiban dan perhatian kebersihan pasar.
“Jumlah pedagang di sini kan ada ribuan. Ya nanti akan ditata,” janjinya.
Sedangkan Kabid Pemberdayaan dan Penataan Pedagang DPP Kota Magelang, Syaifullah menyatakan, sebagian pedagang masih menunggu proses penyekatan tuntas, sebelum menghuni lantai satu Pasar Rejowinangun. Penghuni lantai satu, jelasnya, mayoritas pedagang pakaian dan sembako.
“Yang lain, kami juga menata PKL di Jalan Sudirman, Pecinan, dan lainnya. Mereka semua sudah diminta fotokopi KTP untuk didata,” ungkapnya.(dem/hes)