MUNGKID – Kunjungan salah satu peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat yaitu Dahlan Iskan (DIS) ke kampanye terbuka Partai Demokrat di lapangan Kujon, Borobudur disambut antusias. Ribuan relawan Dahlan Iskan (DI) yang tergabung dalam Relawan Demi Indonesia (ReDI) menyambut kedatangannya di beberapa titik. Mereka berbaur dengan simpatisan dan kader Demokrat.
Sebelum menuju ke kampanye terbuka Partai Demokrat, kunjungan Menteri BUMN ke Kabupaten Magelang diawali dengan senam pagi bersama ribuan anggota ReDI di lapangan Kompleks Perguruan Muhammadiyah Borobudur. Mereka mengikuti senam gaya Dahlan diiringi beberapa lagu dangdut populer. Di antaranya, oplosan, goyang caesar, dan lainnya. Sedikitnya, ada enam gaya yang dipamerkan DI.
Selain menonjolkan goyang dangdut, senam para relawan juga dinilai dewan juri. Dahlan memberikan uang penghargaan pada anggota ReDI yang goyangannya dianggap paling bagus. Mantan wartawan ini juga bergoyang bersama istrinya, Nafsiah Dahlan.
Ribuan massa yang mengikuti senam berasal dari ReDI Jateng, Jabar, Jogjakarta, Jatim, Lampung, dan simpatisan Partai Demokrat. Keikutsertaan anggota ReDI bukan tanpa alasan. Sebab, DIS digadang-gadang, lulus pada konvensi pencapresan.
Di tempat itu, DIS mengajak pendukungnya bersiap-siap, apapun hasil konvensi Partai Demokrat ke depan. Menurutnya, dalam kondisi apapun, para relawan harus bekerja keras menggolkan calon dari partai bernomor urut tujuh tersebut.
“Sekarang memasuki babak baru. Kita harus siap-siap. Ibaratnya kita naik kendaraan yang sedang mogok, semua harus bekerja keras mendorongnya agar tidak macet. Jangan sampai didorong orang lain, itu namanya tidak sopan,” ungkapnya.
DIS menegaskan kembali kesiapannya diusung Partai Demokrat menjadi Calon Presiden (Capres) 2014. Kendati partai berlambang bintang mercy itu belum mengumumkan hasil konvensi secara resmi.
“Konvensi sudah selesai. Terakhir saya ikut di Makassar dan mendapat sambutan luar biasa. Sedangkan konvensi yang di Ambon, saya tidak hadir karena bertepatan dengan jam kerja,” katanya.
Dahlan juga memuji para pendukungnya selama ini. Menurutnya, dirinya tidak pernah melakukan kampanye, namun para relawan telah bekerja keras. Hasilnya, di banyak survei, namanya kerap duduk di peringkat pertama.
“Ini bukti kampanye kalian berhasil. Hasil survei kita, selalu rangking satu,” paparnya.
Dari hasil survei, DIS mengaku siap dicalonkan menjadi capres lewat Partai Demokrat. Karenanya, ia rela masuk Partai Demokrat.
Pada kampanye terbuka di Lapangan Kujon, Borobudur, dibuka Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto. Pada kampanye kali pertama di Magelang tersebut, Agus yakin bisa memenangkan partai berlambang mercy tersebut. Menurutnya, Demokrat dinilai telah memberikan bukti dan sekedar janji-janji.
“Dua periode presiden dari putra terbaik Partai Demokrat sudah terbukti. Kalau partai yang lain hanya janji, tapi kalau kita memberikan bukti,” teriaknya.
Ia menjelaskan, bukti-bukti yang diraih presiden SBY tersebar di segala bidang. Di antaranya, bidang pendidikan. Saat pemerintahan SBY, dana pendidikan mencapai 20 persen dari dana APBN. Selain pendidikan, keberhasilan pemerintahan SBY adalah bidang kesehatan dengan diluncurkannya program BPJS beberapa waktu lalu.
Sedangkan Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarif Hasan menyatakan, hampir 10 tahun SBY menunjukan bukti nyata dan bukan janji. Keberhasilan SBY memimpin dibuktikan pada upaya mendukung usaha kecil menengah dan mikro. Kepedulian pada UMKM dibuktikan SBY dengan mengalokasikan dana Rp 142 triliun lebih bagi pelaku usaha.
“Melalui dana itu, tanda bukti cinta pada rakyat Indonesia. SBY telah peduli pada usaha mikro kecil menengah,” tegasnya.
Di penghujung acara, istri Dewan Pembina Partai Demokrat, Ani Yudhoyono menutup acara kampanye terbuka dengan memberikan berbagai pernyataan. Beberapa pernyataan yang dilontarkan di antaranya, soal ketidakhadiran SBY pada kampanye terbuka tersebut.
Ani mengatakan, sebenarnya SBY ingin datang ke Magelang. Namun, hingga kemarin (16/3), orang nomor satu di Indonesia masih di Pekanbaru, Riau memimpin penanggulangan bencana asap dan kebakaran ladang.
“Beliau mengirim pesan, mari disaksikan pesan Bapak SBY lewat video,” papar perempuan asli Magelang itu.
Lewat video teleconference, SBY meminta maaf pada masyarakat karena tidak bisa hadir di tengah-tengah mereka. Ia tidak bisa menghadiri kampanye perdana karena tengah memimpin upaya pemadaman kebakaran di Riau.
“Saudara-saudaraku masyarakat Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, mohon maaf saya tidak bisa hadir, meskipun saya sangat ingin sekali. Saya masih berada di Riau untuk memimpin dan menanggulangi asap dan kebakaran ladang,” kata SBY lewat video tersebut.
Menurut Ani, ketidakhadiran SBY menunjukkan lebih mementingkan kepentingan negara ketimbang kelompok tertentu.
“Kepentingan negara di atas segala-galanya. Mari kita doakan, supaya becana asap segera berhenti. Sebenarnya saya mendapat telepon di Riau sudah hujan. Bapak SBY datang, hujan turun, Alhamdulillah,” ucap Ani.
Selain itu, Ani juga sempat mengenalkan tiga dari 11 peserta konvensi pencapresan Partai Demokrat. Mereka adalah Dahlan Iskan, Endriartono Sutarto, dan Pramono Edi Wibowo.Selain menghadirkan tokoh politik nasional, berbagai artis nasional ikut memeriahkan kampanye terbuka. Seperti Wali Band, Cici Paramida, Rio Febrian, Didi Kempot, dan lainnya.(ady/hes)