SLEMAN- Upaya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga terhadap bencana terus dilakukan. Itu pula yang dilakukan Pemerintah Desa Argomulyo, Cangkringan bersama relawan,dan lembaga kemanusiaan nasional PKPU dengan menggelar simulasi tanggap darurat di Lapangan Argomuluyo kemarin (16/3).
Kegiatan ini melibatkan 3.146 warga. Tujuannya, untuk mensinergikan
antara instansi terkait penanggulangan bencana Merapi yang bisa datang setiap saat.Tanda bunyi berupa kentongan yang dibunyikan, pengumuman lewat pengeras suara di masjid-masjid menjadi penandanya.
Dengan tanda bunyi kentongan dan pengumuman itu, warga diharuskan untuk bergegas berkumpul di titik-titik kumpul pengungsian yang telah disediakan. Warga dari delapan pedukuhan, Gadingan, Banaran, Suruh,Jetis,Karanglo,Cangkringan,Jaranan, dan Brongkol kemudian dievakuasai di Lapangan Argomulyo.
Sebanyak 591 lansia dan 12 ibu hamil serta 17 orang cacat fisik langsung dievakuasi tim relawan menggunakan ambulance,mobil pick
up,mobil pribadi.”Diharapkan dengan simulasi penanganan evakuasi seperti ini, jika terjadi bencana erupsi pelaksaana proses evakuasi bisa berjalan dengan baik, dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” kata Kepala BPBD Sleman Julisetiono Dwi Wasito.(sky/din)