SLEMAN– Lebih separo periode Sutadi Gunarto melayani anggota DPRD Sleman 2009-2014. Dia menggantikan pejabat lama, Suseno yang pensiun. Penyandang magister humaniora itu akan menjadi orang paling sibuk usai pemilu 2014.Sutadi Gunarto memang tak ada hubungannya dengan pelaksanaan pemilu legislatif. Namun, dialah yang akan berperan menjadi jembatan antara pejabat eksekutif dengan para legislator yang terpilih rakyat. Tentu bukan hal mudah untuk menjalankan dua sisi kewajiban.Di satu sisi, Gunarto harus bertanggung jawab pada bupati dan sekretaris daerah. Di sisi lain, dia harus mampu menjadi fasilitator bagi kalangan legislatif, yang kerap kali berseberangan pendapat dengan eksekutif. “Enjoy saja, ” katanya kemarin (17/3).Gunarto memposisikan diri sebagai abdi negara. Melayani kerja anggota dewan bukan berarti pembantu rumah tangga kedewanan. Setidaknya, kebijakannya setara dengan pimpinan dewan. Pelayanannya kepada anggota dewan sebatas kebijakan pimpinan, yang sesuai koridor hukum. Dualisme pelayanan itulah yang harus dipenuhinya selama menjabat sebagai sekretaris DPRD Sleman.Jika ada kebijakan anggota dewan yang berafiliasi dengan penyimpangan aturan, Gunarto tak segan mendiskusikannya dengan para pimpinan. Atau bahkan langsung dengan anggota dewan yang bersangkutan. Guanrto menyadari bahwa semua orang berkedudukan sama dimata hukum. Sebagai birokrat dia juga terikat aturan tegas sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “Jadi, kami fasilitasi hanya yang sesuai ketentuan. Kalau ada yang kurang pas, harus diluruskan,” ujar Gunarto yang sempat menjadi jurnalis di masa mudanya.Gunarto memiliki prinsip bekerja dengan amanah dari pemerintah dan rakyat. Sesuai sumpah pengawai negeri sipil. Itu yang selama ini membuatnya bisa menikmati pekerjaan sehari-hari. Bagi warga Getas Gandekan RT 06/ RW 11 Tlogoadi, Mlati itu tak ada persoalan tanpa jalan keluar.Gelar sarjana hukum pada latar belakang pendidikannya juga bukan sebatas label. Dalam setiap langkah kebijakan, Gunarto yang pernah bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan tak ingin berseberangan dengan aturan. Agar pelaksanaan tugas kedewanan tetap berjalan sesuai track.Untuk itu, Gunarto pun menaruh harapan kepada calon anggota dewan periode 2014-2019 agar bekerja dengan lebih sistematis dan tertata. Khususnya para incumbent yang terpilih kembali. “Sekarang sudah tertata baik. Tapi, pengalaman lalu harus bisa jadi tolok ukur untuk lebih baik,” ucapnya.Sangat disayangkan oleh Gunarto jika tak ada anggota dewan yang benar-benar bisa merepresentasikan kepentingan rakyat. Tak sedikit perkara yang melibatkan arus bawah dibawa ke kantor dewan. Selama periode ini, kantor dewan sering menjadi tempat sasaran unjuk rasa. Itu sebatas contoh yang menunjukkan masih adanya rakyat belum sepaham dengan kebijakan pemerintah maupun dewan. “Mestinya, kualitas dewan ada peningkatan,” katanya.(yog/din)