PEDULI: Seminar mengenai kepemimpinan yang berwawasan lingkungan digelar di UIN Sunan Kalijaga, kemarin.
SLEMAN – Alam Indonesia setiap tahun kondisinya semakin memprihatinkan. Berbagai pencemaran dan perusakan alam yang sengaja dilakukan manusia seolah sulit ditangani. Menjelang Pemilu 2014, organisasi pecinta alam Mapalaska UIN Sunan Kalijaga berharap akan hadir sosok pemimpin yang peduli akan lingkungan.Salah satu pengurus Mapalaska UIN Sunan Kalijaga Andhi Wahyudi mengatakan pemimpin sekarang masih tidak peduli lingkungan. Aturan-aturan yang dibuat pun terkadang tidak dijalankan dengan maksimal. “Kasus pembakaran dan penebangan hutan liar penanganannya tidak maksimal. Setiap tahun selalu terjadi,” kata Andhi sebelum digelar seminar mengenai kepemimpinan yang di Convention Hall, kampus UIN Sunan Kalijaga kemarin (17/3).Untuk memberi dorongan kepada para calon pemimpin untuk peduli terhadap lingkungan, sebanyak 35 mapala se-UIN di Indonesia melakukan diskusi. Hasil diskusi akan dibawa ke muktamar yang lebih besar yang rencanya akan digelar di Ponorogo. “Ada sekitar 24 mapala yang hadir. Untuk mapala yang di Pulau Jawa hadir semua. Sedangkan dari luar Pulau Jawa hanya sebagian,” terangnya.Menurut dia, kepemimpinan berbasis lingkungan harus dihadirkan di Indonesia. Apalagi saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat besar. “Kami ingin mengolah daya pikir, harapannya akan hadir tokoh-tokoh yang peduli dengan lingkungan,” jelasnya. (bhn/iwa)