PURWOREJO – Kebutuhan logistik dan perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2014 di Purworejo belum terpenuhi semuanya. Yang paling krusial adalah surat suara.
Hasil inventarisir saat proses penyortiran dan pelipatan selama tujuh hari, KPU Purworejo mendapati masih kurang ribuan lembar surat suara.
Ketua KPU Purworejo Dulrokhim mengakui hal tersebut. Ia menyatakan, kebutuhan surat suara belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kami sudah mengajukan kekurangan ke KPU Provinsi dan ditembuskan ke KPU RI. Harapan kami, kekurangan itu segera dipenuhi,” ungkapnya, kemarin (17/3).
Ia meneruskan, surat suara yang kurang adalah surat suara untuk anggota DPRD kabupaten, khususnya di daerah pemilihan (Dapil) V. Ini meliputi Kecamatan Kemiri, Pituruh, dan Bruno. Kekurangannya mencapai 3.006 lembar. Jumlah itu diperoleh dari hitungan jumlah DPT di dapil bersangkutan ditambah 2 persen surat suara cadangan.
Sebaliknya, di Dapil IV yang meliputi Kecamatan Kutoarjo, Grabag, dan Butuh, surat suara mengalami kelebihan hingga 3.999 lembar. Selain itu, surat suara DPR RI mengalami kelebihan sebanyak 3.718 lembar.
“Surat suara DPD kurang 9 lembar dan surat suara DPRD Provinsi kekurangan 9 lembar,” jelasnya.
Ditambahkan Dulrokhim, selain surat suara, beberapa logistik lain yang pengadaannya melalui KPU Provinsi Jawa Tengah juga ada yang kurang. Di antaranya, formulir untuk kelengkapan penghitungan suara.
“Kami optimistis segera terpenuhi,” imbuhnya.
Soal surat suara yang rusak, Dulrokhim menyebutkan, surat yang rusak untuk DPR sebanyak 109 lembar, DPD ada 223 lembar, DPRD Provinsi sebanyak 144 lembar, dan DPRD kabupaten ada 452 lembar.
“Semua surat suara yang rusak termasuk yang lebih sudah dituangkan dalam berita acara,” terangnya.
Ketua Panwaslu Purworejo Gunarwan menegaskan terus melakukan pengawasan khusus, terkait surat suara agar tidak disalahgunakan. Sesuai surat edaran KPU, surat suara yang lebih maupun rusak harus dimusnahkan dengan dibakar, disaksikan Panwaslu dan kepolisian.
“Sesuai regulasi, pemusnahan surat suara harus dituangkan dalam berita acara,” katanya.(tom/hes)