SUKSES: Dari kiri, Kepala Kesbangpol Wahyu Nugroho, Ketua FKUB Sukamto dan Ketua KPUD Gunungkidul Zainuri Iksan di pemkab setempat (16/3).

Upaya Menekan Angka Golput di Gunungkidul
Berbagai upaya dilakukan berbagai pihak untuk menekan angka golongan putih (golput). Golput ini merupakan warga yang enggan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. Agar hak pilih tetap dipakai, maka pemuka agama pun dilibatkan agar angka golput bisa ditekan.
GUNAWAN, Wonosari
GUNA menekan angka golput pada Pemilu 2014, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Gunungkidul sepakat mendorong partisipasi pemilih. Kesepakatan tersebut mengerucut setelah dilakukan pertemuan dengan KPUD dan Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) di ruang rapat I pemkab setempat, kemarin (17/3).Ketua FKUB Gunungkidul Iskanto mengatakan, kesuksesan pemilu menjadi tanggung jawab bersama. Dia bersemangat ikut andil dalam kelancaran pesta demokrasi tersebut. Bersama penganut agama yang lain melalui FKUB, akan mendukung suksesnya pemilu dengan ikut menyosialisasikan pentingnya mengunakan hak pilih ke masyarakat.”Kami siap untuk menyosialisasikan pelaksanaan pemilu melalui khotbah yang dilaksanakan melalui masing masing anggota. Sikap kami jelas, netral dalam berpolitik,” kata Iskanto.Kegiatan sosialisasi tidak terbatas pada khotbah, juga akan dilakukan dengan berbagai cara seperti sosialisasi dalam pertemuan di acara keagamaan. Dengan keikutsertaan FKUB dalam sosialisasi, diharapkan pemilu berjalan tertib dan lancar. “Kami siap mendukung pemilu adil, cerdas dan bertanggungjawab,” tegasnya.Kepala Kesbangpol Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan pertemuan melibatkan FKUB bertujuan mendorong agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan aman, lancar, sukses sesuai rencana. “Peranan FKUB untuk ikut menyukseskan pemilu perlu diapresiasi, sehingga baik pileg maupun pilpres bisa maksimal,” katanya.Hal senada disampaikan Ketua KPUD Gunungkidul Zainuri Ikhsan. Dia mengatakan, keterlibatan FKUB dalam menyukseskan pemilu layak diacungi jempol. Sebagai penyelenggara pemilu dia menaruh harapan besar kepada kelompok masyarakat, organisasi dan seluruh lapisan masyarakat demi kesuksesan pesta demokrasi.”Terdapat dua indikator sukses pemilu yaitu sukses dalam proses, berlangsung secara aman, damai, tertib, sesuai tahapan, dan diikuti mayoritas penduduk yang memiliki hak pilih. Sukses berikutnya adalah, sukses hasil secara substansi menghasilkan pemimpin yang aspiratif,” ujarnya.Pada prinsipnya, pemilu diselenggarakan sebagai sarana kedaulatan rakyat, sarana partisipasi masyarakat, dan memilih pemimpin politik. Untuk itu dia berharap agar masyarakat cerdas dalam menentukan pelihan. “Masyarakat jangan sampai terjebak dalam politik praktis,” kata Zainuri. (*/iwa)