JOGJA – Sejarah iklim politik di Kota Jogja tak pernah terlepas dari hubungan dua partai politik (parpol) yang memiliki massa fanatik, PPP dan PDIP. Bertahun-tahun, kedua arus bawah parpol tersebut kerap terlibat saling serang.
Tapi, untuk tahun ini hal tersebut tampaknya bakal terminimalisir. Ini karena kedua Satuan Tugas (Satgas) Pengaman kedua parpol telah berikrar damai. Mereka berjanji bakal menjaga situasi kondusif selama masa kampanye sampai hari-H dan pascapemungutan suara.
“Masalah PPP dengan PDIP sudah masa lalu. Sekarang, menjadi tugas bersama untuk menjadikan Jogja kota cerdas berpolitik,” kata Pembina Satgas Pengamanan PPP Syarif Hidayat kemarin (17/3) di sela ikrar damai di Angkringan Asdrafi.
Dayat, sapaan akrabnya, mengaku kesepakatan damai ini merupakan awal dari upaya menciptakan kedamaian di Kota Jogja. Sebab, sejarah sudah membuktikan hubungan kedua massa partai tersebut. “Kami sudah melupakan masa lalu. Sekarang, bagaimana membangun Jogja yang kondusif,” terangnya.
Ia menambahkan, gesekan antarmassa sangat rawan pada tahapan kampanye terbuka ini. Terutama di daerah-daerah basis kedua partai. “Nanti akan kami antisipasi dengan bersama-sama menjaga massa masing-masing,” tegasnya.
Komandan Satgas PDIP Kota Jogja Andreas Subagyo menerangkan kesepakatan damai ini berlaku untuk di Kota Jogja. Kedepan, pihaknya akan mengembangkan kesepakatan ini menjadi se-DIJ. “Ini sebagai awal dari kesepakatan damai kami dengan saudara-saudara dari PPP,” lanjutnya.
Awal dari kesepakatan ini, sambungnya, memang baru dihadiri petinggi-petinggi kedua satgas. Tapi, untuk realisasi, pihaknya akan menginstruksikan sampai arus bawah.
“Contoh, yang paling dekat adalah mengamankan agenda kampanye PPP di Lapangan Karang, Kotagede,” tandasnya.
Dari kesepakatan damai ini, jelasnya, akan mempermudah untuk berkoordinasi. Jika ada letupan kecil bisa segera diantisipasi. “Meski kami yakin setelah ikrar damai bersama-sama ini semua kader kedua partai akan saling menghormati,” katanya. (eri/ila)