MAGELANG – Grebek Pasar yang digelar BRI Magelang di Pasar Grabag berlangsung meriah. Acara yang dimulai pukul 08.00, berakhir pukul 14.00.
Acara ini digelar untuk memudahkan masyarakat, khususnya pedagang bertransaksi. Dalam acara tersebut, masyarakat juga bisa melakukan transaksi setor tabungan dan pembuatan rekening ATM BRI.
“Kami mengadakan acara Grebek Pasar agar masyarakat lebih mengenal produk kami. Kami juga melayani transaksi setor uang tabungan dan pembuatan rekening ATM BRI,” kata Manajer Bisnis Mikro BRI Magelang Sudaryoko, kemarin (18/3).
Di sela kegiatan, BRI memberikan penawaran menarik. setiap orang yang mendaftar atau membuat rekening ATM BRI minimal saldo Rp 100 ribu, mendapatkan bonus langsung. Seperti payung, mug, dan tas. Selain itu, dalam Grebek Pasar, produk yang menarik berupa layanan BRI Mobile. Lewat jasa ini, masyarakat bisa bertransaksi melalui ponsel. Layanan BRI Mobile dengan aplikasi Mocash ini memiliki banyak fitur layanan yang lengkap. Di antaranya, transfer uang, pembayaran listrik, pembayaran kuliah, cicilan, membayar dan tagihan listrik.
“Dengan aplikasi Mocash, masyarakat bisa bertransaksi dengan mudah seperti mempunyai kantor cabang BRI di genggaman tangannya. Besar nominal uang yang bisa ditransfer melalui aplikasi ini, mulai Rp 1 juta – Rp 100 juta dengan biaya Rp 500 setiap transfer,” jelasnya.
Layanan aplikasi Mocash bisa digunakan selama 24 jam dan bisa di-download langsung di App World bagi pengguna BlackBerry atau Playstore bagi pengguna Android. Manfaat menggunakan layanan aplikasi canggih ini, selain memudahkan bertransaksi, masyarakat terhindar dari transaksi uang palsu.
“Pengguna handphone yang tidak ada fitur layanan internet bisa bertransaksi melalui SMS Banking,” imbuh Asisten Manajer Bisnis Micro BRI Magelang, Ir Teguh Riyanto.
Rencananya, Grebek Pasar tersebut diadakan di 17 titik di Magelang. Sedangkan Pasar Grabag menjadi titik pertama rangkaian tersebut.
“Kami memiliki rencana mengadakan BRI PESAT yang nantinya sebagai acara puncak dan diadakan di Pasar Salaman,” jelasnya.(mr/ady/hes)
>dan hydrant. Paling penting adalah melatih kesiapan dan kesigapan tim penyelamat serta karyawan hotel dalam menghadapi kebakaran.
“Kegiatan ini diadakan Senin (17/3) lalu. Simulasi ini berlangsung selama satu jam dan diikuti oleh 150 karyawan,” ujarnya kemarin (18/3)
Irma, sapaannya, menuturkan dalam skenario kebakaran, alarm berbunyi dari salah satu kamar di lantai tiga. Dengan sigap anggota tim dan engineering departemen segera mengecek keadaan dan titik api. Serta para tamu yang masih berada di dalam kamar. Setelah upaya untuk memadamkan titik api gagal, mereka bergegas berkonsultasi dengan General Manager dan diputuskan untuk segera melakukan evakuasi. Operador segera mengumunkan keadaan darurat lewat pengeras suara. “Kemudian memerintahkan evakuasi bagi tamu dan para karyawan menuju titik aman yang sudah ditentukan sebelumnya,” ungkapnya.
Dalam simulasi ini, Melia Purosani bekerjasama dengan Pasukan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Jogja untuk mengawasi jalannya simulasi. Di akhir acara, PBK Kota Jogja memberikan apresiasi atas inisiatif dari Melia Purosani untuk mengadakan simulasi kebakaran dan juga memberikan saran serta kritik atas simulasi yang telah berlangsung.
Senior Assistant Chief Security Sunarto menambahkan dengan adanya pelatihan-pelatihan semacam ini diharapkan Melia akan lebih baik dalam memberikan pelayanan bagi para tamu. Serta karyawan selalu siap untuk menghadapi keadaan darurat. “Selain itu akan membuat para tamu akan merasa aman dan nyaman selama tinggal di Melia, karena keamanan dan kenyamanan tamu adalah tujuan utama kami,” tuturnya. (ila)