Belum genap dua pekan diresmikan, Wisma Soeratin Sosrosoegondo makin menunjukkan kalau bangunan ini sebenarnya belum layak huni. Terlihat, ada beberapa bagian bangunan yang sudah rusak meskipun baru digunakan sekitar sepekan belakangan.
Kerusakan paling parah terjadi di kamar mandi Wisma Soeratin. Bak mandi yang terletak pada bangunan itu tak mampu menampung air. Dalam pantauan wartawan di kamar mandi atas, saat bak baru diisi beberapa detik, air yang berada di dalam bak tiba-tiba habis. Padahal tidak ada yang menggunakan kamar mandi.
Celakanya, air tersebut justeru merembes ke kamar pemain yang terletak di lantai bawah. “Ya, jadinya kamar pemain bocor. Lantai di kamar pada basah semua jika kita menyalakan kran di bak kamar mandi atas,” terang perkap PSIM Matheus Kristianto.
Selain di wisma, ketidaksempurnaan bangunan juga terlihat di teras monumen PSSI. Plafon teras yang berada di bagian barat terlihat jebol. Hal ini semakin menandakan kalau pembangunan monumen PSSI dan Wisma Soeratin hanya asal jadi.
Dimintai keterangan soal ketidaksempurnaan Wisma, Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Kastawa mengatakan untuk saat ini belum bisa melakukan langkah apapun. Pasalnya, meskipun sudah menggunakan secara resmi PSIM belum dibelrikan tanggung jawab untuk ikut merawat Wisma.
Terebih lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja juga belum mendapatkan hak kelola secara de jure. Rencananya serah terima dari Kemenpora ke Pemkot Jogja baru dilakukan 30 Maret mendatang.
“Sekarang kami terima dulu lah keadaan seperti ini. Nanti sambil berjalan saya yakin Wisma Soeratin akan dibenahi,” terangnya. (nes/din)