SLEMAN – Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) oleh siswa sekolah di DIJ masih sepi. Padahal penutupan pendaftaran SNMPTN pada 31 Maret 2014 hanya tinggal dua minggu lagi.
Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri (UIN) Sekar Ayu Aryani mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini dua minggu sebelum penutupan terjadi penuruan jumlah pendaftar. Jumlah pendaftar, belum mencapai jumlah separo dari target lulusan SMA 2014.
Sekar mengatakan, sampai kemarin (18/3) jumlah siswa pendaftar SNMPTN di DIJ mencapai 1.162 pendaftar dengan rincian, Bantul 410 siswa, Gunungkidul 52 siswa, Kulonprogo 89 siswa, Sleman 404 siswa dan Jogja 171 siswa. Sedangkan jumlah sekolah yang ikut SNMPTN dari Bantul 41 sekolah, Gunungkidul 12 sekolah, Kulonprogo 17 sekolah, Sleman 49 sekolah dan Kota Jogja 35 sekolah.
“Kami masih mencari tahu penyebab penurunan jumlah pendaftar menjelang dua minggu waktu penutupan SNMPTN,” terang Sekar di Gedung Pusat UIN Sunan Kalijaga (18/3).
Dia memprediksi lambatnya kenaikan angka pendaftar disebabkan sejumlah persyaratan yang ditentukan panitia pusat. Seperti persyaratan bagi siswa SMK yang harus sebidang dengan jurusan dalam memilih prodi (program studi). Tahun sebelumnya, syarat tersebut oleh pusat belum diterapkan.
Sementara itu, penyebab lain terkait keberadaan persyaratan ketunaan yang ada dalam SNMPTN. Meski akhirnya sesuai dengan kebijakan perguruan tinggi negeri (PTN), sejumlah prodi yang mensyaratkan ketunaan telah ditiadakan.
Di UIN Sunan Kaljiga hingga kemarin baru 6.661 siswa yang mendaftar. Padahal tahun sebelumnya ada sekitar 11.000 pendaftar. “Daya tampung UIN tahun ini 3.353,” terangnya.
Dari daya tampung tersebut dialokasikan dalam lima jalur penerimaan yakni 1.669 melalui SNMPTN, 1.008 SBMPTN, 167 SPAN-PTAIN, 179 UM-PTAIN, dan ujian regular UIN Sunan Kalijaga sebanyak 330.
Di tempat yang sama, Direktur Akademik UGM Sri Peni Wastutiningsih mengatakan pendaftar SNMPTN secara nasional baru mencapai 364.885 orang atau berkisar 30 persen dari prediksi lulusan siswa kelas XII yang jumlahnya mencapai 1,4 juta siswa.
“Pendaftar SNMPTN tahun ini sepertinya menurun. Tahun lalu dua minggu sebelum penutupan pendaftar sangat banyak. Kondisi ini terjadi tidak hanya di DIJ, tetapi juga di luar Jawa,” terangnya.
Berdasarkan data 17 Maret 2014, jumlah siswa yang sudah mendaftar di UGM sebanyak 29.766. Pendaftar bidik misi sebanyak 2.529 orang. Sedangkan daya tampung UGM tahun ini 6.606 dengan alokasi penerimaan 3.316 melalui jalur SNMPTN, 2.033 melalui SBMPTN dan ujian mandiri UGM 1.257 orang.
Sedangkan Kepala Humas UNY Anwar Efendi menerangkan setelah sekolah mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) “bola” kini ada di siswa. “Siswa sudah mendapatkan kata kunci untuk mendaftar. Harapannya sekolah segera mendorong siswa melakukan pendaftaran sebelum masa penutupan,” terangnya.
Sampai kemarin, jumlah pendaftar SNMPTN di UNY sebanyak 20.789 orang, dengan jumlah pendaftar bidik misi 3.456 siswa. Jumlah prodi yang paling banyak diminati yakni Prodi Manajemen dengan jumlah pendaftar 2.772 diikuti Pendidikan Guru SD (PGSD) 2.553 dan Prodi Akuntansi 1.893 siswa.
Masih minimnya jumlah pendaftar SNMPTN memang diakui sekolah. Seperti diungkapkan Guru BK SMAN 9 Jogja A. Riyanto. Saat ini murid sedang melakukan konsultasi dan menimbang-nimbang terkait jurusan yang akan mereka pilih.
“Sudah ada yang mendaftar. Tapi jumlahnya masih sangat sedikit belum mencapai 50 persen dari jumlah siswa,” terang Riyanto.
Siswa, kata Riyanto, juga saat ini sedang fokus untuk persiapan menjalani unas. Karena tahun ini nilai unas menjadi pertimbangan siswa bisa lolos SNMPTN, siswa terpacu memperoleh nilai unas sebaik mungkin.
Riyanto mengatakan, pertimbangan siswa dalam memilih prodi di perguruan tinggi sangat penting. Sebab, jangan sampai nantinya pilihan siswa tidak sesuai kemampuan akademis. (bhn/iwa)