JOGJA- Pembagian grup kompetisi Divisi Utama 2014 sudah dilakukan kemarin (18/3), PSIM Jogja masuk dalam Grup V bersama PSS Sleman. Di grup ini juga bergabung PSBI Blitar, PSBK Kota Blitar, Persinga Ngawi, Persenga Nganjuk, Madiun Putra, dan Perseman Manokwari.
Menanggapi itu, manajemen menginginkan Ketua Umum PSIM Jogja Haryadi Suyuti untuk memberikan kepastian soal pendanaan untuk mengarungi kompetisi.
Direktur Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto menyebut, pertemuan dengan HS sangat penting untuk segera dilaksanakan. Sebab dalam pertemuan ini, manajemen PSIM akan memaparkan semuanya, mulai dari anggaran hingga program-program ke depan.
Tapi, kata pria yang akrab disapa Mbah Putih (MP) ini, kemungkinan besar pertemuan dengan HS baru bisa dilakukan setelah hari Jumat (21/3). Sebenarnya HS sudah pulang dari menjalankan ibadah umrah kemarin. Namun, HS memilih beristirahat terlebih dulu selama tiga hari. “Pertemuan ini sangat penting. Insya Allah setelah hari Jumat kami sudah bisa menemui beliau,” kata MP kemarin (18/3).
MP berharap HS bisa menjelaskan keadaan keuangan PSIM sebenarnya. Sebab manajemen tidak ingin nantinya Laskar Mataram mengalami prahara telat gaji atau bahkan berhenti di tengah berjalannya kompetisi Divisi Utama 2014. “Kami ingin Pak HS menjelaskan apakah dana benar-benar tersedia atau tidak. Sebab kami tentu tidak ingin PSIM mengalami telat gaji atau malah mengundurkan diri dari kompetisi,” jelasnya.
Di bagian lain, tim kepelatihan sudah memutuskan nasib pemain seleksi. Setelah melakukan pertimbangan, pelatih Seto Nurdiyantara dan jajarannya merekomendasikan Andi Kurniawan dan Fajar Listiyantara untuk melakukan negosiasi dengan manajemen.
Sejatinya, direkomendasikannya Andi dan Fajar sedikit bergeser dari roadmap. Awalnya, manajemen menginginkan satu penyerang dan satu gelandang serang untuk melengkapi skuad PSS. Tapi, kemampuan Fajar yang bisa bermain di dua posisi, penyerang dan gelandang, PSIM pun berubah pikiran. “Setelah rapat malam ini (tadi malam, Red) telah diputuskan kalau Fajar dan Andi akan bergabung dengan PSIM di Divisi Utama musim ini,” tandasnya.
Lebih lanjut MP mengatakan tadi malam Andi sudah menjalin kespakatan harga dengan manajemen. Sedangkan untuk Fajar, penggawa yang juga adik Seto ini masih dalam proses negosiasi.
Direkomendasikannya Fajar dan Andi otomatis menutup peluang Syaiful Aris bergabung dengan PSIM. Sebab, manajemen tetap teguh pada pendirian kalau kuota pemain kontrak PSIM hanya 24 orang saja. Direkomendasiannya Fajar dan Andi juga membuat PSIM batal mendatangkan mantan pemain PSS Sleman Tri Handoko.
Seto bersyukur tim pelatih sudah berhasil merampungkan proses seleksi. Dengan begini pemain tinggal menandatangani kontrak dan siap berlaga di kompetisi kasta kedua musim ini.”Ya bersyukur akhrinya proses seleksi sudah selesai. Saya berharap tim ini bisa membuat PSIM kompetitif,” kata mantan pemain binaan PSSI Primavera ini. (nes/din)