WONOSARI – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Edi Mihati menanggapi santai anggapan Jokowi belum siap menjadi presiden. Sebagai kader banteng moncong putih dia menganggap pencalonan Jokowi tersebut sebagai tantangan, bukan pelecehan.
“Ketua umum PDIP sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai calon presiden. Banyak yang mengatakan sosok Jokowi belum siap. Menurut kami itu bukan pelecehan, namun justru kami anggap sebagai tantangan,” kata Edi usai menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Karangrejek, Wonosari (19/3).
Dikatakan, dengan adanya banyak kritikan terhadap pendeklarasikan Jokowi menjadi calon presiden dari PDIP tersebut justru menjadi penyemangat PDIP untuk semakin percaya diri dalam pemilu. Jika Jokowi berhasil menjadi presiden, PDIP sudah siap dengan seluruh kabinet dan kebijakan yang harus diambil.
“Ketika melihat kehidupan tata berbangsa dan negara yang jumpalitan ini perlu ada penataan baru. Bagaimana mewujudkan kehidupan yang sesuai UUD 1945. Kami optimistis mengambil alih kekuasaan,” kata Edi.
Kampanye perdana PDI Perjuangan di Gunungkidul tersebut diwarnai adu jotos antar-simpatisan. Kampanye tingkat wilayah DIJ yang diawali dengan musik dangdut artis lokal semula berjalan tertib. Ribuan kader dan simpatisan PDIP mulai bergoyang di tengah terik matahari. Entah siapa yang memulai terjadi perkelahian masal. Dibantu satgas PDIP dan kepolisian, ketegangan berhasil diredam.
Beberapa saat kemudian, kader PDIP Bambang Praswanto berorasi dan membacakan pesan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Seharusnya orasi politik tersebut dilakukan oleh Ketua DPD PDIP DIJ Idham Samawi, namun berhalangan hadir.
Usai orasi, acara musik dangdut kembali dilanjutkan. Namun, keributan kembali terjadi, adu jotos antar-simpatisan PDIP. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kampanye terbuka tersebut dihentikan. (gun/iwa)