Setelah sekitar empat tahun tidak mentas, laga panas bertajuk Derby d’ Jogjakarta antara PSIM Jogja v PSS Sleman bakal kembali tersaji dalam kompetisi Divisi Utama 2014. Itu tersaji sejak terakhir kali bertemu 2010.
Terakhir kali, kedua tim bertemu dalam sebuah laga yang diwarnai bentrokan antara suporter dengan aparat keamanan. Akibat hal tersebut, pertandingan yang berlangsung di Stadion Mandala Krida ini dihentikan pada menit ke-63 dalam kedudukan 1-1. Laga ini pun akhirnya dilanjutkan di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) beberapa pekan kemudian.
PSIM akhirnya menang 2-1 lewat gol gelandang Steven Anderson Imbiry di menit ke- 70. Sayang setelah laga bersejarah itu, kedua tim seolah terpisahkan.
Pada musim 2010/2011 PSIM dan PSS tergabung dalam grup yang berbeda. Sedangkan di musim 2011/2012 dan 2013 tim yang memiliki sejarah rivalitas cukup anjang tersebut mengambil haluan berbeda. Kala dualisme kompetisi pecah, Laskar Mataram memilih berlaga di Divisi Utama garapan PT Liga Indonesia (PT LI). Berbeda dengan PSS yang memutuskan turun di Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengaku agak terkejut dengan tergabungnya PSIM dan PSS sama-sama tergabung di Grup 5. Meskipun begitu mantan pemain yang pernah membela tiga tim DIJ ini menyambut baik pertemuan timnya dengan PSS.
“Yang jelas pertandingan ini cukup dirindukan. Tentunya saya menyambut baik laga ini. Sebab pertandingan menghadapi PSS seru karena kedua tim bakal ngotot,” imbuhnya.
Seto berharap tim besutannya bisa mewaspadai lawan-lawan di Grup 5. Terlebih lagi klub-klub Jatim ia anggap memiliki permainan cepat dank eras. “PSS tentunya harus diwaspadai. Tapi jangan lupakan lawan-lawan yang ada di Jati,” jelasnya.
Di kubu PSS, pelatih Sartono Anwar mengatakan prediksinya soal hasil gruping meleset. Awalnya dia mengira PSS akan ditempatkan bersama tim-tim Jateng sedangkan PSIM diletakkan di grup yang berisikan klub-klub Jawa Barat (Jabar).
“Awalnya saya mengira kami bersama klub Jateng, PSIM ke Jabar dan Persis ke Jatim. Namun ternyata tidak. Kami dan PSIM sama-sama menghadapi klub Jatim,” sergahnya.
Sartono tidak menghiraukan kekuatan calon lawannya. Bagi dia, saat ini hampir seluruh klub memiliki kekuatan merata. (nes/din)