WONOSARI – Pemasangan rambu peringatan ‘selain angkot dilarang melintas’ oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Gunungkidul di sekitar terminal lama Wonosari menuai protes. Sopir angkutan desa (angkudes) jalur selatan keberatan dan menggelar aksi mogok operasi.
Angkudes yang mogok operasi antara lain jalur 11 jurusan Wonosari-Jepitu, Jalur 13 jurusan Wonosari-Walikangin dan jalur 16 jurusan Wonosari-Baron. Aksi dilakukan dengan cara memarkir seluruh kendaraan di kompleks terminal lama Wonosari. Puluhan penumpang pun terlantar. Sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi mulai menumpuk.
Salah seorang penumpang, Tugiyem, warga Wonosari, Ngestirejo, Tanjungsari berharap persoalan tersebut segera selesai supaya tidak mengganggu aktivitas warga pengguna angkudes.
“Saya jualan buah. Akibat larangan angkudes dilarang masuk kota, saat turun dari perempatan Tegalsari saya naik becak,” kata Tugiyem.
Koordinaor aksi Sudiyono mengatakan rambu peringatan hanya angkot yang boleh melintas di sekitar terminal dan pasar dipasang Selasa (18/3) merugikan mereka. Aksi mogok digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dishubkominfo karena tidak mengizinkan angkudes jalur 11,13 dan 16 masuk ke dalam kota.
“Angkudes harus masuk ke dalam terminal dan para penumpang diturunkan di Simpang Empat Tegalsari. Ini kan merepotkan sopir dan penumpang,” terangnya.
Tidak ingin terjadi penumpukan kendaraan, petugas kepolisian membujuk para sopir angkudes untuk melakukan aksi mogok di kantor dishubkominfo di Piyaman, Wonosari. Seluruh sopir kemudian tancap gas dan meluncur menemui kepala dinas, Purnama Jaya.
Rombongan sopir diterima Purnama. Dalam pertemuan tersebut, sopir memaksa diperbolehkan masuk kota. Setelah melakukan negosiasi panjang, disepakati angkudes diperbolehkan masuk kota namun jumlahnya dibatasi maksimal dua kendaraan setiap sepuluh menit sekali.
“Boleh cari penumpang di sekitar Pasar Besole. Setiap sepuluh menit, hanya dua kendaraan saja,” kata Purnama.
Namun, dia meminta kesepakatan bersama ini disampaikan kepada sopir angkudes lain yang tidak hadir. Jangan sampai ada penumpukan kendaraan di Pasar Besole. Jika kesepakatan dilanggar, dinas akan bertindak tegas. (gun/iwa)