MAGELANG – Usai menata pedagang di pasar penampungan, giliran pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Jalan Pemuda atau Pecinan Kota Magelang yang akan ditata.
Rencana ini membuat trotoar di kawasan Pecinan terlihat lengang, berbeda dengan hari biasanya.
Seorang PKL Pecinan, Yuli, 46 mengaku, sudah memindahkan lapaknya ke kompleks Pasar Rejowinangun lantai dua, dua hari lalu. Ia pindah bersama ratusan pedagang lainnya. Keputusan pindah untuk menjalankan kebijakan Pemkot Magelang.
“Kami sudah disuruh pindah sejak lama. Sekarang sudah ada tempat baru di lantai dua Pasar Rejowinangun. Kami ikut aturan saja,” ungkap pedagang aksesori dan jam tangan ini, kemarin (19/3).
Yuli tidak sendirian. Ia bersama ratusan PKL lain sudah pindah ke Rejowinangun sejak Minggu (16/3),
sesuai keputusan pemkot.
Meski begitu, tidak sepenuhnya para PKL sudah pindah. Karena sebagaian dari mereka masih disibukkan membuat estalase.
“Sudah tidak ada lagi PKL yang jualan di Pecinan,” papar perempuan yang tinggal di Karanglor, Rejowinangun Utara ini.
Meski merasa berat, Yuli mengaku menyerahkan sepenuhnya pada Pemkot Magelang. Ia berat hati pindah mengingat tempat yang menampung PKL di Pasar Rejowinangun masih sepi. Ia berharap secepatnya ramai.
“Saya yakin kalau sudah jalan di tempat yang baru, pembeli yang datang ramai lagi. Sebenarnya di sini (Pecinan, Red) sudah ramai,” ungkapnya.
Kebijakan relokasi PKL juga berimbas pada pendapatan tukang becak. Iin Supriyanto, 31, tukang becak yang lama ada di kawasan Pecinan ini mengaku pendapatannya menurun semenjak kepindahan para PKL ke Pasar Rejowinangun.
“Trotoar jadi luas dan sepi, tapi justru orang yang menggunakan becak menurun,” ungkapnya.
Biasanya, ia sering dimintai penumpang berkeliling Pecinan sembari melihat-lihat dagangan PKL.
“Sekarang di Pecinan, yang mau beli rokok saja harus ke pasar,” ungkap pria asal Tampingan, Tegalrejo, Kabupaten Magelang.
Sebelumnya, Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Magelang melakukan relokasi PKL dari Pecinan. Kebijakan ini mutlak dilakukan karena menjadi bagian program pemerintah setempat melakukan penataan.
“Sudah dilakukan pemetaan bersama dengan seluruh ketua paguyuban PKL Pecinan di Pasar Rejowinangun. Total ada 225 PKL dan semuanya sudah mendapat tempat di lokasi baru,” kata Kasi Penataan PKL, DPP Kota Magelang, Marjinugroho.
Marjinugroho berharap, program penataan PKL mendapat dukungan masyarakat dan pedagang. Langkah pemkot untuk menciptakan suasana Kota Magelang yang nyaman. Ia menegaskan kebijakan ini dijalankan pada semua PKL tanpa terkecuali.
“Bila mereka (PKL, Red) pindah lagi ke Pecinan, persoalan itu kami serahkan ke Satpol PP, supaya ada tindakan tegas. Kami upayakan agar suasana Pecinan jadi lengang dan nyaman bagi pengunjung, tukang becak, dan pedagang,” katanya.(dem/hes)