MUNGKID – Desakan masyarakat soal pembatasan tonase truk pasir akhirnya ditanggapi Pemerintah Kabupaten Magelang. Pemkab Magelang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Magelang soal rute dan tonase angkutan bahan galian dari letusan gunung di kawasan Merapi Kabupaten Magelang, atau penutupan rute angkutan bahan galian.
Pemkab Magelang mengeluarkan SE bernomor 180/364/03/2014. Dasar dikeluarkannya SE ini adalah Peraturan Bupati (Perbup) Magelang Nomor 4 Tahun 2014 tentang perubahan atas Perbup MagelangNomor 3 Tahun 2011 tentang rute dan tonase angkutan bahan galian akibat letusan gunung Merapi di kawasan Merapi Kabupaten Magelang. Pada SE tersebut, terdapat beberapa rute untuk truk pengangkut galian golongan C Merapi.
Adapun rute angkutan bahan galian yang ditutup, meliputi angkutan bahan galian dari wilayah Kecamatan Srumbung yang berasal dari penambangan di kawasan Kali Blongkeng, Ngargosoko, dan Tegalrandu melalui jalan ke arah Gulon. Penambangan di Jurang Jero melalui Jalan Salam Sari-Prebutan, serta penambangan di Kali Bebeng dan Kemiren melalui Salam Sari-Prebutan, Jalan Jumoyo, dan Jalan Krakitan (Jalan Salam).
“Angkutan bahan galian dari wilayah Kecamatan Dukun melalui Jalan Talun- Muntilan,” jelas Bupati Magelang Zaenal Arifin pada surat edaran yang dikeluarkan, kemarin (19/3).
Untuk angkutan bahan galian dari wilayah Sawangan melalui Jalan Tlatar-Sawangan, Blabak, dan angkutan bahan galian dari wilayah Klakah dan Tlogolele, Kabupaten Boyolali melalui Wonolelo-Ketep-Tlatar-Sawangan-Blabag.
Rute-rute itu terhitung sejak Rabu (19/3), ditutup untuk angkutan bahan galian akibat letusan Gunung Merapi.
“Kecuali kendaraan yang direkomendasikan boleh untuk angkutan,” imbuh Asisten Pemerintahan Pemkab Magelang Eko Triyono saat rapat terpadu penertiban rute dan tonase angkutan di ruang rapat Wakil Bupati Magelang.
Eko menjelaskan, kendaraan yang diizinkan melewati rute tersebut untuk mengangkut bahan galian hars memiliki dimensi sebagai berikut. Truk memiliki lebar bak muatan paling tinggi 50 milimeter dari sisi terluar ban kiri. Serta, ban kanan pada sumbu kedua atau sumbu belakang kendaraan, panjang maksimum bak muatan ditentukan jarak minimum antara dinding terluar kabin bagian belakang dengan dinding terluar bak muatan bagian depan.
“Kendaraan dengan sumbu belakang ganda atau lebih dari 200 milimeter dan dinding terluar bak muatan bagian belakang tidak boleh melebihi ujung landasanatau chasis bagian belakang,” jelasnya.
Sedangkan tinggi maksimum ditentukan berdasarkan konfigurasi sumbu dan jumlah berat yang diizinkan (JBI ) kendaraan. Yakni, konfigurasi sumbu 1.1, jumlah berat yang diizinkan sampai 4.500 kilogram, tinggi bak maksimal 550 milimeter, serta daya angkut (tonase) 2 ribu kilogram hingga 2.200 kilogram. Ataudengan muatan seberat 1.250 hingga 1.375 meter kubik (m3) yang biasanya untuk truk engkel sejenis.
Saat dimintai tanggapan terkait kebijakan pembatasan tonase truk pasir, para sopir truk berharap kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Magelang bisa menguntungkan para sopir. Rohman, 40, salah satu sopir truk pasir mengungkapkan, dirinya mengaku resah dengan adanya info akan diberlakukannya aturan pembatasan tonase oleh Pemkab Magelang.
“Kalau muatan kami nanti dikurangi, akan berpengaruh pada penghasilan yang juga berkurang,” keluh Rohman.
Ia berharap pemkab memberikan jalan tengah atau solusi terkait hal itu. Dirinya mengakui banyak jalan yang saat ini rusak akibat setiap hari dilintasi truk pasir. Namun, Rohman juga berharap agar nantinya kebijakan yang diterapkan tidak memojokkan atau merugikan para sopir truk pasir.
“Yang pasti jika nantinya Pemkab Magelang menerapkan kebijakan, hendaknya mencakup semua pihak. Masyarakat bisa mendapatkan penghasilan, kami para sopir truk juga. Jangan sampai nantinya ada gejolak tidak baik,” harapnya.(ady/hes)