NGEMPLAK– Pelan tapi pasti, geliat peternakan sapi di Umbulmartani, Ngemplak mulai menunjukkan hasil signifikan. Setidaknya, setelah sempat terpuruk akibat dampak erupsi Merapi 2010, kelompok ternak Sedyo Makmur di Dusun Ngemplak I mulai bangkit. Hasilnya luar biasa. Kemarin (18/3), Bupati Sleman Sri Purnomo meninjau lokasi dan menandatangani prasasti kandang komunal.
Saat ini kelompok tersebut mampu mengelola 36 kandang dengan populasi sapi sebanyak 115 ekor dan dikelola 42 anggota kelompok.
Ketua Kelompok Sedyo Makmur Wiharjana mengatakan, sebagian sapi yang dipiara kelompok adalah bantuan pada 2013. Sebanyak 35 ekor. Saat ini berkembang menjadi 52 ekor. Area kandang merupakan tanah kas desa setempat. “Kami juga manfaatkan kotoran sapi untuk pupuk organik. Dikelola karang taruna,” jelasnya kemarin (18/3).
Kemajuan pengelolaan ternak menjadikan Sedyo Makmur menjadi langganan tempat studi banding dari luar daerah. Wiharjana merinci, kandang komunal yang dikelolanya pernah dikunjungi rombongan dari UNDIP Semarang, peternak asal Kalimantan Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Tulang Bawang. “Bahkan bupati dari Tulang Bawang pernah ke sini,” ujarnya.
Sri Purnomo mengapresiasi hasil kerja Wiharjana dan kelompoknya. Meski di kawasan pedesaan, pengelolaan kandang dikelola secara professional. “Terbukti peningkatan populasi ternak satu tahun hasilnya sangat baik,” kata Sri.
Bupati juga mengapresiasi sinergitas dan semangat gotong royong warga dalam mewujudkan kemandirian pangan. Salah satunya dengan membangun jalan usaha tani, untuk memperlancar proses pengangkutan hasil pertanian dan peternakan.
Jalan usaha tani dibangun dengan dana bantuan dari Kementerian Pertanian Rp 50 juta. Ditambah Rp 100 juta dari swadaya masyarakat. ” Keberhasilan masyara¬≠kat membangun sarana jalan ini menunjukkan tingginya kesadaran dan rasa handarbeni. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Sri juga terkesan dengan semangat warga mengelola unit pengolah pupuk organik (UPPO). Sri berharap, UPPO dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik bagi petani di Umblmartani dan sekitarnya. Terlebih di wilayah Sleman ini memiliki potensi bahan baku produksi pupuk organik. Kotoran ternak bila dikelola dengan baik dan benar juga dapat memiliki nilai ekonomis.(yog/din)